Pendaftaran Kader PDI Perjuangan

Terima Dubes Kazakhstan, Sudirta Fokus Sinergikan Potensi Besar Indonesia-Kazakhstan

  • 11 Juni 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 225 Pengunjung

Jakarta – Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Kazakhstan, I Wayan Sudirta mengapresiasi kerjasama bilateral Indonesia – Kazakhstan yang sudah terjalin erat selama 29 tahun.

Kendati demikian, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan kerjasama bilateral tersebut masih perlu ditingkatkan karena belum sepenuhnya tereksplorasi.

Penegasan disampaikan I Wayan Sudirta saat memimpin pertemuan kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia HE Mr. Daniyar Sarekenov yang bertempat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Menurut Sudirta, pertemuan membahas beberapa hal terkait dalam upaya peningkatan hubungan kerjasama Indonesia-Kazakhstan khususnya di bidang ekonomi dan politik.

“Kerja sama yang terjalin saat ini sudah bagus namun belum memuaskan. Karena itu, kita ingin menjalin serta mempererat komunikasi yang baik. Komunikasi ini praktis menjadi perekat untuk ke depannya,” ujar Sudirta.

Legislator dari daerah pemilihan Bali ini menjelaskan hubungan bilateral antara Indonesia-Kazakhstan yang terbentuk sejak 1993 itu dinilai memiliki banyak kesamaan. Baik Indonesia dan Kazakhstan merupakan negara dengan perekonomian terbesar di kawasan, Indonesia di ASEAN dan Kazakhstan di Asia Tengah.

Kesamaan itu diantaranya kedua negara memiliki sumber daya alam yang melimpah, penduduk mayoritas Muslim serta komitmen terhadap hak asasi manusia dan demokrasi.

People-to-people relation masih menjadi tumpuan penting dalam meningkatkan diplomasi antar kedua negara. GKSB DPR RI juga mengapresiasi kebijakan bebas visa dari Pemerintah Kazakhstan mulai Oktober 2019 lalu. Hal tersebut membuka potensi pariwisata antara warga negara Indonesia dan Kazakhstan.

Sudirta menjelaskan Kazakhstan dan Indonesia memiliki potensi besar yang dapat disinergikan satu sama lain. Ada beberapa sektor potensial yaitu investasi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan serta pariwisata.

Sehingga nantinya diharapkan kerja sama tersebut dapat berkontribusi meningkatkan people to people contact hingga jaringan business to business.

Di tempat sama, Anggota GKSB DPR RI – Parlemen Kazakhstan merangkap Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan tahun depan Indonesia-Kazakhstan akan menyambut 30 tahun terjalinnya hubungan diplomatik.

Perayaan ke-30 tahun hubungan bilateral ini diyakini Putu akan menjadi momentum yang baik untuk memperluas hubungan bilateral di banyak bidang.

“Ini menjadi kesempatan yang baik untuk peningkatan hubungan investasi, hubungan perdagangan serta pariwisata. Namun, kami melihat quick win yang bisa yang kita lakukan adalah pariwisata,” ujar Supadma.

Ia menyampaikan tingginya minat masyarakat Kazakhstan untuk berkunjung ke Indonesia, ditunjukkan dengan terus terjadinya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Kazakhstan ke Indonesia, menunjukkan potensi Kazakhstan untuk menjadi salah satu negara target untuk pengembangan perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia di masa mendatang.

“Dalam kaitan ini, kami menanyakan tentang Air Astana yang merupakan airlines Kazakhstan agar bisa melakukan penerbangan langsung ke Indonesia, dan mereka melihat salah satu kota Almaty dan Bali menjadi potensi pariwisata yang besar. Mereka mengatakan Bali sangat populer bagi masyarakat Kazakhstan dan kita ingin mendorong hal ini,” terang Supadma.

Selain sektor pariwisata, ia juga mendukung pembahasan perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Komisi Eurasia dengan Indonesia sudah dimulai pada beberapa pekan lalu.

Sebagai negara dengan ekonomi terdepan di Asia Tengah, Kazakhstan bisa menjadi jantung ekonomi bagi Indonesia. Kazakhstan juga dapat berperan menghubungkan lebih dekat antara kawasan Asean dan Asia Tengah.

“Ke depan kita akan membangun kerja sama ekonomi Indonesia-Eurasia dan secara bilateral Indonesia – Kazakhstan juga akan dibahas. Potensinya besar, momentumnya ada, tinggal bagaimana kita mendorong peningkatan kerja sama sehingga kedua bangsa dan masyarakat bisa mendapatkan benefit dari peningkatan ekonomi ini,” tegas Supadma yang juga Anggota DPR dari dapil Bali.


  • 11 Juni 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 225 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya