Pendaftaran Kader PDI Perjuangan

Sampaikan Informasi Tak Benar Soal Bali, Senator Australia Dikecam Cok Ace

  • 10 Agustus 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 227 Pengunjung

Denpasar - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace menyampaikan kecamannya karena geram dengan pidato Senator Australia Pauline Hanson yang menyebut WN Australia rawan membawa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sepulang dari Bali karena menginjak kotoran sapi di jalanan. Cok Ace menyebut apa yang disampaikan dalam pidato tersebut tidaklah berdasarkan fakta di lapangan.

"Itu kelihatannya terlalu berlebihan atau tendensius sekali. Artinya apa yang disampaikan sama sekali tidak ada dan tidak seperti itu. Masyarakat kita, jangankan di kota, di desa dan di gunung pun ketika mereka memelihara sapi itu ditempatkan di kandang dan diikat. Tidak ada sama sekali sapi yang dilepasliarkan," kata Cok Ace ketika ditemui pada Minggu (7/8/2022) di Kantor Gubernur Bali.

Dirinya malah berpendapat bahwa Senator Australia Pauline Hanson tidak pernah berkunjung ke Bali karena dalam pidatonya tersebut. Sebab disebutkan bahwa Bali sebagai suatu negara.

"Jadi, apa yang disampaikan Senator itu saya pikir jangan-jangan mereka tidak pernah ke Bali atau mungkin daerah lain yang dilihat seperti itu. Buktinya Bali disebut suatu negara, ini berarti kan mereka sangat tidak tahu tentang kondisi Bali. Jadi, kami sayangkan statement tersebut," ucapnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Badan Pimpinan Pusat (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini menuturkan, buntut dari viralnya video pidato tersebut mungkin tak akan berdampak besar pada trafik kunjungan pariwisata Bali. Mengingat telah banyaknya prestasi yang diraih oleh Bali selama ini. Di antaranya terpilih sebagai desa terbaik di Asia, desa terbaik di dunia, desa terbersih di dunia dan lainnya.

"Berpengaruh kepada pariwisata mungkin kecil karena berita baik tentang Bali dan prestasi Bali banyak sekali. Kalaupun ada satu orang (Senator Australia, red) yang mengatakan begitu saya kira wisatawan lain tidak serta merta percaya. Lalu, kalau kita lihat tren kunjungan wisatawan dari hari ke hari juga terus meningkat," ungkapnya.

Dirinya pun menjamin bahwa kasus PMK di Bali masih terbilang aman. Pihaknya pun terus berupaya dalam mencegah terjadinya zona merah di Bali.

"Aman karena kami sudah cluster dan kalau memang ada daerah yang kena kami akan langsung tutup daerah tersebut," tambahnya.


  • 10 Agustus 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 227 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya