Pendaftaran Kader PDI Perjuangan

Menteri PPPA: FAD Hadir untuk Menjaring Aspirasi Anak-anak Indonesia

  • 23 November 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 233 Pengunjung

Manado – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga, mengungkapkan bahwa Forum Anak Daerah (FAD) dibentuk dengan tujuan menjaring aspirasi anak-anak di seluruh Indonesia.

Bertepatan dengan momen Hari Anak Sedunia (HAS) 2022, Bintang menyerukan agar seluruh stakeholders melibatkan anak-anak dalam proses pembuatan kebijakan terkait anak.

“Forum Anak diharapkan dapat menjamin pelibatan anak yang lebih bermakna dalam proses pembangunan, sehingga proses pembangunan di Indonesia lebih partisipatif, inklusif dan layak anak,” kata Bintang saat memberi sambutan dalam acara puncak HAS di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (20/11/2022).

Menurut Bintang, Forum Anak telah terbentuk di 1.964 desa/kelurahan, 1.625 tingkat kecamatan, 458 tingkat kabupaten/kota, dan 34 di tingkat provinsi.

“Tentu Forum Anak tidak boleh hanya menjadi sekadar ‘hiasan pemanis’ bagi kita orang dewasa. Karena salah satu hak dasar yang harus dipenuhi dan dilindungi oleh Negara, serta menjadi salah satu prinsip dasar dalam perlindungan anak, adalah menghargai pandangan atau partisipasi anak,” tutur Bintang.

Ratusan anak dari 34 provinsi dan delapan negara di Asia Tenggara hadir di Manado untuk menyemarakkan HAS 2022.

Pada Sabtu (19/11/2022), Bintang sempat bertemu dengan Forum Anak Derah yang sedang berdiskusi soal kendala dan solusi untuk mengatasi kekerasan anak di tempat tinggalnya masing-masing.

Salah satu isu yang disuarakan oleh Forum Anak Merauke adalah kecanduan lem di kalangan generasi muda. Mereka resah karena banyak anak yang rela mejadi tukang parkir hanya untuk mendapat uang, yang nantinya digunakan untuk membeli lem.

“Mereka bahkan lebih memilih lem daripada makanan. Bayangkan apa dampaknya bagi kesehatan,” kata Yani salah satu perwakilan Forum Anak Merauke di hadapan Menteri Bintang.

Setelah mendengar aspirasi anak-anak Indonesia dan Asia Tenggara, Bintang berjanji akan mengupayakan supaya ide-ide mereka tidak sekadar seremonial belaka.

“Harapan kita, yang sudah disuarakan oleh anak-anak didengar oleh pemangku kepentingan, sehingga rekomendasi tidak hanya menjadi jadi dokumnetasi, tapi bisa diwujudkan dan diimplementasikan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bintang juga mengingatkan tugas dan fungsi Kementerian PPPA sebagai kementerian koordinasi, bukan kementeri eksekusi. Dengan kata lain, Kementerian PPPA memiliki ruang yang terbatas untuk mengatasi persoalan anak dan perempuan.

“Kami kan kementerian koordinasi dan sinkroniasi, sinergi dan kolabroasi sudah luar biasa dan kami juga mendorong Pemda melalui kebijakan yang berperspektif perempuan dan ramah anak,” katanya.


  • 23 November 2022
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 233 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya