Pendaftaran Kader PDI Perjuangan

DPP PDI Perjuangan Cermati Cagub-Cawagub Bali

  • 11 Juni 2024
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 425 Pengunjung

DPD PDI Perjuangan Bali setelah menyerap aspirasi dari seluruh DPC PDI Perjuangan se-Bali yang sudah mengajukan usulan kandidat Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Bali ke DPP PDI Perjuangan untuk diusung di Pilgub Bali, 27 November 2024 nanti.

Untuk diketahui aspirasi DPC PDI Perjuangan se-Bali itu memunculkan dua paket Cagub-Cawagub, yakni Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) dan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace (Koster-Ace). Apakah DPP PDI Perjuangan sudah memutuskan siapa yang akan direkomendasikan di Pilgub Bali 2024?

"Bali untuk perolehan kursi di kabupaten/kota naik 14 persen, sehingga memiliki basis kepercayaan yang cukup kuat. Di sana, ada Pak Koster, Pak Giri, Pa Cok Ace. Itu semua terus dilakukan pencermatan," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan usai menjadi pembicara dalam diskusi memperingati Hari Lahir Bung Karno di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (6/6).

Menurut Hasto, pencermatan masih dilakukan karena di Bali PDI Perjuangan bisa mengusung Cagub-Cawagub sendiri. "Ada 10 provinsi, PDI Perjuangan bisa maju sendiri, termasuk NTT. Di NTT juga muncul beberapa nama. Ansy Lema, Emi dan Andreas Hugo Parera. Banyak muncul nama-nama, karena partai melakukan kaderisasi terus menerus," kata Hasto.

Begitu pula di Jakarta, muncul sejumlah nama karena di ibukota sangat dinamis. Menurut Hasto, selain nama Anies Baswedan yang disebutkan Puan Maharani menarik, ada pula nama lain yang muncul. Salah satunya, nama mantan Sekjen PDIP Pramono Anung. Menurut Hasto, Pramono merupakan sosok berpengalaman. Pramono juga dinilai sebagai representasi kalangan muda. "Mas Pram, kalau naik sepeda speed-nya bisa 32 km/jam. Jadi, masih high speed. Kemudian dari sisi pengalaman, sangat luas," terang Hasto. Selain itu, muncul pula nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa sebagai cagub DKI Jakarta.

Lantaran Andika mendapat respon positif dari publik. "Ketika Ibu Megawati umumkan Mas Andika Perkasa bergabung dengan PDI Perjuangan, responnya sangat luas sehingga secara dinamis dilakukan pemetaan politik. Dan partai juga mengkonsolidasikan seluruh jajarannya, sehingga ketika putusan itu muncul semua langsung bergerak," kata Hasto. 

Hasto juga menyampaikan PDI Perjuangan sudah mengeluarkan sejumlah rekomendasi dan pelatihan terhadap figur yang akan maju pada Pilkada Serentak 2024. "Kami juga sudah keluarkan (rekomendasi), bahkan juga sudah dilakukan pelatihan-pelatihan. Daerah-daerah yang bisa maju sendiri, kami prioritaskan," kata Hasto. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI Perjuangan, kata dia, sudah memberikan arahan mengenai prioritas partai untuk menghadapi pilkada.

Dalam rakernas, menurut dia, sudah dibahas daerah-daerah yang di bawah 10 persen. Kalau ada kader yang maju, pihaknya dorong untuk kerja sama politik, kemudian antara 11 dan 19 persen untuk segera membangun kerja sama. "Melihat bahwa PDI Perjuangan ini memiliki militansi tinggi dan juga dipercaya rakyat menang pemilu tiga kali berturut-turut, dengan modal penambahan kursi yang ada di DPRD tingkat kabupaten/kota ini menjadi dasar dalam membangun kerja sama," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mencermati setidaknya lima daerah strategis pada Pilkada Serentak 2024. "Beberapa daerah strategis dicermati kami sudah menyelesaikan ada sekitar lima provinsi untuk level gubernur. Akan tetapi, daerah-daerah yang lain terus tiap minggu kami godok," ujar Hasto. Politisi asal Jogjakarta ini menyebutkan setidaknya sudah ada 70 rekomendasi dukungan diberikan partainya untuk kabupaten/kota pada pilkada, seperti Surabaya.

"Sudah ada, jadi surat-surat tugas contohnya Surabaya itu pasangannya tetap, itu Pak Eri Cahyadi dan wakilnya Armuji. Di Kabupaten Trenggalek itu juga sudah dikeluarkan, kemudian di beberapa wilayah di Kalimantan, Kutai Kartanegara itu udah banyak, maka ada 70 rekomendasi," katanya. Adapun untuk wilayah seperti Jakarta, kata Hasto, masih akan dicermati. Begitu pula di Jawa Tengah masih dipetakan, lalu Bali juga masih pencermatan.


  • 11 Juni 2024
  • Oleh: PDI Perjuangan Bali
  • Dibaca: 425 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya