Air Meluap di Pantai Kusamba, Bupati Made Satria Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Laut
Air laut di Pantai Segara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, meluap hingga ke daratan pada Selasa pagi (24/6). Peristiwa ini diduga dipicu oleh gelombang pasang akibat angin kencang yang menerjang kawasan tersebut.
Fenomena ini terjadi seiring dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Denpasar, yang menyebutkan bahwa saat ini Bali tengah memasuki musim kemarau basah. Kondisi ini ditandai dengan seringnya hujan turun meski secara iklim seharusnya memasuki musim kemarau. Cuaca semacam ini dapat memicu peningkatan intensitas angin dan gelombang tinggi, sehingga membahayakan aktivitas laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung, Putu Widiada, menyatakan bahwa gelombang tinggi saat ini menjadi perhatian serius, terutama di wilayah perairan seperti Nusa Penida. “Gelombang berpotensi mencapai hingga 4 meter di wilayah Nusa Penida. Ini tentu berisiko tinggi terhadap keselamatan, khususnya bagi wisatawan maupun nelayan,” jelas Widiada, Selasa (24/6).
Menindaklanjuti situasi ini, Bupati Klungkung I Made Satria telah mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada camat dan perbekel se-Kecamatan Nusa Penida. Dalam surat tersebut, pemerintah meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di laut maupun di pesisir pantai.
Berikut beberapa poin penting dalam imbauan tersebut:
Di sisi lain, nelayan lokal pun mengaku terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem ini. I Nengah Resta, seorang nelayan di Desa Kusamba, mengungkapkan bahwa dirinya dan nelayan lain sudah hampir dua setengah bulan tidak melaut. “Bukan hanya karena cuaca buruk, tapi juga karena hasil tangkapan sepi dan harga BBM mahal. Banyak yang akhirnya memilih istirahat atau bekerja sebagai buruh bangunan,” ujarnya saat ditemui di Pantai Segara, Kusamba.
Ia menambahkan, selama tak melaut, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perlengkapan seperti jaring dan sampan. Pihak BPBD Klungkung mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada dan aktif melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Langkah cepat dan koordinasi diharapkan dapat meminimalisasi risiko bencana yang lebih besar.
Berita Terkait Lainnya>
Bupati Kembang: Sentralisasi Kendaraan Jadi Strategi Pemkab Jembrana Tekan Efisiensi
13 Januari 2026
271Bupati Satria Audensi ke PT Ambara Duta Santi, Bahas Digitalisasi Tata Kelola Pemerintah
13 Januari 2026
378Terima Penghargaan Leit Star di Rakernas PDI Perjuangan, I Made Mahayastra Kader Terbaik di Bali
13 Januari 2026
397Gubernur Koster Pastikan Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Tahun Ini, Target Beroperasi 2029
13 Januari 2026
Pidato Lengkap Megawati Saat Pembukaan Kongres IV PDIP
Paduan Suara PDI Perjuangan BALI - Juara I