FTSE Russell Ungkap Alasan Depak Empat Saham Asal Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Pengelola indeks global FTSE Russell memaparkan alasan penghapusan empat saham asal Indonesia dari perhitungan indeks global dalam rangkaian tinjauan kuartalan edisi Juni 2026. Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, keputusan pencoretan tersebut dipicu oleh ketidakpatuhan terhadap sejumlah kriteria, mulai dari konsentrasi kepemilikan hingga batas minimum saham publik.

Pengumuman evaluasi indeks global tersebut telah disampaikan pada Sabtu (22/5). Perubahan posisi emiten ini menyasar PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

"Hasil tinjauan kuartalan ini akan berlaku efektif pada Senin, 22 Juni 2026," ungkap FTSE.

Sebelum penghapusan ini berlaku, DSSA tercatat menempati kategori FTSE Global Large Cap. Sementara itu, tiga emiten lainnya yaitu DAAZ, HILL, dan MLIA berada dalam kelompok indeks FTSE Global Micro Cap.

FTSE Russell menjelaskan terdapat kriteria spesifik yang mendasari keputusan pencoretan masing-masing emiten. Saham DSSA dikeluarkan karena mengalami konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), sedangkan DAAZ tidak dapat memenuhi ketentuan batas minimum saham publik atau free float. Di sisi lain, saham HILL dan MLIA terdepak karena tidak mampu memenuhi kriteria penyaringan atau screener yang ditetapkan oleh pengelola indeks.

Secara khusus, saham DSSA dijadwalkan bakal dihapus menggunakan mekanisme "harga nol" akibat tingginya konsentrasi kepemilikan tersebut. Berdasarkan publikasi tertanggal 9 Mei 2026, sistem ini diterapkan agar pengelola indeks dapat mengeluarkan saham terkait tanpa harus bergantung pada harga pasar serta mekanisme reguler yang memadai.

Kendati demikian, daftar penyesuaian emiten ini belum bersifat mengikat sepenuhnya. Pihak FTSE Russell menyatakan masih membuka ruang terhadap adanya perubahan data ataupun koreksi lanjutan hingga awal bulan depan.

"Efektif mulai 8 Juni 2026, hasil review ini akan bersifat final," jelas FTSE.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed