APKASINDO Dorong PKS Komersial Bermitra dengan Petani Sawit Swadaya

Smallest Font
Largest Font

Pemerhati sawit DPP APKASINDO, Dermawan Harry Oetomo, menilai keberadaan pabrik kelapa sawit komersial tanpa kebun menjadi solusi strategis bagi jutaan petani sawit swadaya untuk menyerap hasil tandan buah segar di kawasan pedesaan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Sistem kemitraan ini difokuskan untuk menyerap produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun eks-plasma maupun perkebunan rakyat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi ekonomi para petani di sentra-sentra produksi sawit.

Peluang ekonomi ini dapat berjalan optimal apabila ditopang oleh mekanisme kerja sama yang jelas, transparan, serta berkeadilan antara pihak pabrik dengan kelembagaan petani lokal.

"PKS komersial sudah menjadi solusi strategis bagi jutaan petani sawit swadaya. Tetapi harus diperkuat dengan sistem kontrak kerja sama dengan kelembagaan petani sawit swadaya," kata Pemerhati Sawit DPP APKASINDO, Dermawan Harry Oetomo.

Pemerintah daerah diharapkan tidak membatasi operasional PKS komersial, melainkan melakukan penertiban secara profesional. Tata kelola yang rapi diyakini dapat menciptakan hubungan kerja yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kerja sama berkelanjutan tersebut juga dirancang untuk memangkas jalur distribusi TBS yang panjang. Selama ini rantai pasok yang melibatkan pedagang pengepul hingga rentenir dinilai kerap merugikan tingkat harga di level produsen.

"Kalau prosedur kerja sama di PKS komersial jelas dan saling menguntungkan secara berkeadilan dan berkelanjutan, secara perlahan kita bisa menekan ketergantungan petani terhadap tengkulak, pedagang pengepul, loading ramp sampai rentenir," ujar Dermawan.

Kepastian perlindungan terhadap hak-hak petani menjadi fokus utama dalam kesepakatan usaha. Kontrak kerja formal perlu memperjelas mekanisme penyerapan, penetapan harga, standar kualitas, hingga sistem pembayaran.

Kelembagaan lokal seperti kelompok tani, Gapoktan, hingga KUD diposisikan sebagai mitra strategis agar posisi tawar petani meningkat. Dalam proses ini, seluruh jajaran organisasi APKASINDO diminta aktif memberikan pendampingan bisnis.

"Peranan jajaran DPW, DPD dan DPU APKASINDO se-Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan petani sawit swadaya agar mampu memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pendapatan ekonomi kerakyatan," kata Dermawan.

Selain perdagangan TBS, penguatan rantai kemitraan ini diproyeksikan mampu memicu pertumbuhan unit usaha berbasis kearifan lokal di wilayah pedesaan.

"Kalau ada jalan tol, kenapa harus lewat jalan reguler," ujar Dermawan.

Program edukasi dan peningkatan kapasitas produksi tetap ditempatkan sebagai agenda prioritas di kawasan sentra kelapa sawit. Langkah ini penting agar kelembagaan tani dapat bergerak cepat membangun kemitraan yang solid.

"Di sinilah diperlukan peranan penting untuk mencerdaskan para petani sawit swadaya, terutama di kawasan sentra-sentra sawit pedesaan, agar gercep menuju kesejahteraan dan kemakmuran," kata Dermawan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed