Tiga Band Metal Indonesia Batal Konser di Eropa Akibat Promotor Nakal

Smallest Font
Largest Font

Tiga band metal asal Indonesia, yakni Jasad, Deadsquad, dan Death Vomit, terlantar di Eropa setelah konser mereka di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, batal terlaksana. Pembatalan tersebut terjadi akibat kelalaian pihak promotor Diablo Productions, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (20/8/2026).

Kegagalan jadwal pertunjukan terungkap saat ketiga grup musik tersebut tiba di lokasi acara di London. Pihak pengelola tempat acara mengonfirmasi bahwa Diablo Productions belum melakukan reservasi resmi, meskipun promotor sebelumnya telah menjanjikan kesiapan akomodasi, transportasi, hingga tempat pertunjukan.

Melalui akun Instagram resminya, pihak Deadsquad dan kawan-kawan menyampaikan kekecewaan mereka terhadap buruknya komunikasi dari penyelenggara.

"Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik," tulis mereka di Instagram.

Di tengah situasi terbengkalai tanpa kepastian akomodasi dan transportasi, komunitas diaspora Indonesia yang bermukim di Irlandia memberikan bantuan penampungan sementara. Warga lokal keturunan Indonesia tersebut juga menggalang dana darurat untuk menutupi biaya operasional perjalanan ketiga band tersebut.

Pemain bas Jasad, Yuli Darma, menjelaskan bahwa bantuan dari komunitas warga Indonesia di Irlandia sangat membantu pergerakan tim selama berada di luar negeri.

"Karena kita terbengkalai, akomodasi dan transportasi terabaikan, akhirnya kita minta tolong diaspora di Irlandia dan meeka menampung kami," ujar Yuli saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Penggalangan dana darurat dilakukan melalui platform GoFundMe atas inisiatif diaspora setempat. Skema solidaritas digital ini memanfaatkan fasilitas penggalangan dana lokal yang dapat diakses oleh warga yang berdomisili di Irlandia.

"Mereka menyarankan buat itu (GoFundMe), semacam KitaBisa lah kalau di Indonesia. Mereka bantu untuk itu dan alhamdulillah tercukupi buat perjalanan kita dari Irlandia ke sini," tambah Yuli.

Meskipun mengalami kendala operasional akibat kelalaian promotor, ketiga grup musik tersebut tetap melanjutkan aktivitas mereka di Eropa dengan dukungan fasilitas dari diaspora Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed