BI Rate Naik Menjadi 5,25 Persen Tekan Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terkoreksi sebesar 0,80 persen ke level 6.319,06 setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dilansir dari CNBC Indonesia, pengumuman pengetatan moneter di pertengahan sesi perdagangan tersebut memicu tekanan jual, terutama pada sektor bahan baku yang anjlok hingga 4,56 persen, diikuti sektor transportasi minus 3,90 persen dan sektor energi yang turun 3,32 persen.
Selain BI Rate, otoritas moneter juga mengerek suku bunga deposit facility menjadi 4,25 persen serta lending facility sebesar 6,00 persen guna memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya gejolak global di Timur Tengah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan alasan kebijakan pengetatan moneter tersebut dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring di Jakarta.
"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu.
Perry Warjiyo kemudian menegaskan arah kebijakan bank sentral yang tetap berfokus pada ketahanan eksternal ekonomi nasional, sementara kebijakan makroprudensial longgar tetap dipertahankan demi menyokong sektor riil.
"Berdasarkan asesmen menyeluruh ekonomi global dan risiko yang kami sampaikan. Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI rate 50 basis poin menjadi 5,25%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.
Berdasarkan data aktivitas pasar, perdagangan saham dipimpin oleh BUMI dengan total nilai transaksi Rp1,67 triliun, disusul BMRI sebesar Rp872,9 miliar, BBCA sebesar Rp822,9 miliar, BRPT sejumlah Rp699 miliar, dan ANTM mencapai Rp670 miliar.
Ketetapan dari Bank Indonesia ini melampaui hasil jajak pendapat CNBC Indonesia terhadap 15 lembaga, di mana sembilan institusi memprediksi kenaikan hanya 25 basis poin dan enam lainnya memperkirakan suku bunga tetap ditahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow