FTSE Russell Tunda Rebalancing Saham RI Hingga Desember 2026

Smallest Font
Largest Font

FTSE Russell menunda penerapan ulang penyesuaian indeks saham Indonesia hingga tinjauan pada Desember 2026 untuk memantau reformasi pasar modal secara lebih mendalam. Penundaan ini mencakup penambahan saham baru, perubahan segmen ukuran perusahaan, peningkatan free float, dan pembaruan weight adjustment factor (WAF). FTSE Russell menyatakan bahwa otoritas Indonesia telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan transparansi pasar modal, seperti penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, publikasi daftar konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor.

"Langkah ini memberikan waktu tambahan untuk mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya," ujar FTSE Russell dalam pengumuman resmi mereka.

Mereka juga menambahkan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara cermat, dan keputusan selanjutnya terkait indeks akan diumumkan menjelang tinjauan indeks bulan Desember 2026. Selain itu, FTSE Russell mengonfirmasi akan menghapus saham yang masuk kategori kepemilikan saham tinggi (HSC) berdasarkan pedoman pembatasan free float mereka.

"Jika suatu perusahaan mendapat peringatan dari otoritas regulator karena sahamnya dikuasai oleh sejumlah kecil pemegang saham, efek tersebut akan dihapus dari indeks pada tinjauan berikutnya," tegas FTSE Russell. FTSE Russell juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas pasar Indonesia sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap perlakuan indeks dan reformasi pasar modal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed