Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar per Koin pada 23 Juni 2026 Saat Pasar Mengalami Jenuh Jual

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin mengalami kenaikan tipis sebesar 1,39 persen dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh level titik pivot Rp1.133.906.326 per koin pada Selasa (23/6/2026). Pergerakan positif yang terjadi hari ini memicu aktivitas akumulasi beli oleh sebagian pelaku pasar setelah harga aset kripto utama tersebut tertekan dalam beberapa minggu terakhir.

Kenaikan harga harian ini terjadi di tengah indikator teknis yang menunjukkan bahwa pasar Bitcoin telah memasuki area jenuh jual (oversold). Kondisi pasar yang mengalami jenuh jual ini menjadi momentum bagi investor untuk kembali melakukan pembelian secara bertahap.

Berdasarkan data aktivitas perdagangan terbaru, rasio transaksi Bitcoin kini tercatat sebesar 53 persen aksi beli (Buy) dan 47 persen aksi jual (Sell). Perubahan sentimen ini memperlihatkan adanya dorongan positif yang menahan laju penurunan harga lebih dalam semenjak awal pekan.

Meskipun mengalami penguatan harian, kapitalisasi pasar Bitcoin global saat ini tertahan di kisaran Rp23.020,72 triliun hingga Rp23.025 triliun. Angka tersebut mencerminkan posisi dominasi Bitcoin yang masih kuat di pasar aset digital global.

Aktivitas perdagangan dalam 24 jam terakhir mencatatkan volume transaksi global yang berkisar antara Rp471,22 triliun hingga Rp479,38 triliun. Likuiditas yang terjaga dengan baik ini mempermudah pelaku pasar dalam mengeksekusi order beli maupun jual di berbagai platform penukaran resmi.

Saat ini, total suplai Bitcoin yang beredar di seluruh dunia telah mencapai kisaran 20.000.000 BTC hingga 20.046.471 BTC. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 96 persen dari total maksimum suplai yang dibatasi sebesar 21.000.000 BTC, mengingat sirkulasinya sudah melewati angka 85 persen sejak Oktober 2020 lalu.

Analisis Indikator Teknis dan Level Support

Secara teknis, pergerakan harga harian didukung oleh posisi indikator Relative Strength Index (RSI) jangka pendek (RSI_6) yang berada di angka 28,58. Grafik harian dari data pasar lainnya bahkan menunjukkan angka RSI berada di bawah level 25.

Angka indikator RSI di bawah ambang batas tersebut secara konvensional mengonfirmasi terjadinya kondisi jenuh jual yang cukup kuat. Apabila tekanan jual kembali membesar, pasar menempatkan level support pertama (S1) pada angka Rp1.118.439.156 per koin.

Investor global saat ini mencatatkan rata-rata waktu tahan (hold time) aset Bitcoin selama 103 hari sebelum memutuskan untuk melakukan likuidasi. Selain itu, tingkat imbal hasil (yield) tahunan untuk produk Bitcoin yang tersedia di pasar kini mencapai hingga 1 persen APY.

Kinerja Historis Jangka Pendek dan Panjang

Pergerakan harga Bitcoin pada hari ini menjadi angin segar setelah mencatatkan kinerja negatif dalam beberapa rentang waktu terakhir. Koreksi pasar dalam jangka pendek hingga menengah masih membayangi akumulasi portofolio para investor.

Rincian performa harga Bitcoin dalam berbagai periode waktu dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Performa Harga Bitcoin Terkini (23 Juni 2026)
Periode WaktuPersentase Kinerja Harga
1 Hari+1,39%
1 Minggu-2,43%
1 Bulan-15,02%
6 Bulan-26,66%
Year to Date (YTD)-26,72%
5 Tahun+102,72%
10 Tahun+10.580%

Data historis jangka panjang di atas memperlihatkan keuntungan akumulatif sepanjang waktu yang telah mencapai kenaikan sebesar 588.150 persen. Perbandingan ini ditarik sejak Bitcoin berada pada harga terendah sepanjang masa senilai Rp440 hingga sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp2.093.428.924 per koin.

Pasar aset digital kini memantau secara ketat pergerakan volume perdagangan harian untuk melihat apakah tren pembalikan arah ini dapat bertahan lama. Sejumlah pelaku institusi dan ritel masih bersikap responsif terhadap perubahan data makroekonomi yang memengaruhi likuiditas global.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Hingga saat ini, pergerakan harga komoditas digital terus berfluktuasi seiring dinamika permintaan dan penawaran di pasar internasional. Para investor diimbau untuk selalu menggunakan dana dingin dan melakukan analisis risiko secara mandiri sebelum melakukan transaksi pasar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed