Harga Bitcoin turun 32 persen hingga US 60 ribu

Smallest Font
Largest Font

Harga Bitcoin mengalami tekanan selama enam bulan pertama 2026, lalu menutup semester I di kisaran US$ 60.000 setelah turun sekitar 32%. Kondisi ini membuat pasar menilai prospek semester II melalui riset Binance Research, kerangka makro dari Grayscale, serta sinyal bottom yang disebut Michael Saylor.

Menurut CoinMarketCap, pada Senin 27/7/2026 Bitcoin mengakhiri enam bulan pertama 2026 dengan penurunan sekitar 32% dan berada di kisaran US$ 60.000.

Binance Research menempatkan analisis tengah tahun sebagai tinjauan kondisi makroekonomi dan Bitcoin, bukan prediksi harga jangka pendek, serta menyebut prospek yang lebih tepat dibaca melalui sejumlah kondisi pasar.

Grayscale menilai pasar bearish bisa berlanjut hingga September atau Oktober bila siklus empat tahunan berulang, tetapi perusahaan menganggap kebijakan The Fed dan pertumbuhan ekonomi menjadi acuan yang lebih berguna bagi pasar.

Grayscale menyatakan bahwa risiko penurunan tetap ada selama Fed tidak menunda kenaikan suku bunga dan pertumbuhan AS tidak bertahan, sehingga tekanan pada aset berisiko seperti bitcoin dapat muncul kembali.

Dalam kerangka siklus, Grayscale mengutip pola historis bahwa pasar bearish biasanya mencapai titik terendah sekitar satu tahun setelah puncak siklus dan kira-kira dua setengah tahun setelah halving, dengan kerugian rata-rata hampir 80%.

Dalam wawancara CNBC pada Selasa 21/7, Michael Saylor mengatakan Bitcoin sudah mencapai bottom di area sekitar 60.

"At the top in October, about 125, I think we bottomed at 60. I think we’re moving into the spring phase. We’ve got decent support here at these levels. I think we’ll rally from here," kata Saylor.

Crypto Coach Luis, menurut Indodax, menyoroti sinyal teknikal seperti weekly RSI divergence dan penurunan volatilitas yang dinilai mengindikasikan fase akumulasi, serta menyebut arus keluar ETF Bitcoin sepanjang Juni sebagai kemungkinan tanda kapitulasi.

Indodax melaporkan Luis menilai Bitcoin berupaya merebut kembali area sekitar $65.700; bila mampu ditutup di atas level itu pada grafik mingguan, kondisi disebut bisa mengarah lebih bullish.

Luis memperkirakan pergerakan hingga $80.000 jika menembus resistance terdekat dan menyebut peluang menuju $84.000 pada September atau Oktober jika harga melewati $73.000, sambil menyatakan skenario bullish lebih mungkin gagal bila harga turun di bawah level terendah pada 6 Februari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed