Hertha BSC Tundukkan 1 FC Heidenheim 4 1 di Bundesliga 2
Hertha BSC sukses menaklukkan tim degradasi Bundesliga 1. FC Heidenheim dengan skor 4-1 dalam laga 2. Bundesliga di Stadion Olimpiade Berlin pada Sabtu (15/8/2026). Kemenangan ini menandai awal musim terbaik klub Charlottenburg tersebut sejak musim 2018/2019.
Tuan rumah tampil dominan sejak awal pertandingan dan berhasil mengunci keunggulan 3-0 pada babak pertama. Sebastian Grönning membuka keunggulan Hertha saat laga baru berjalan dua menit melalui variasi tendangan bebas. Marten Winkler kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-26, sebelum Deyovaisio Zeefuik mencetak gol ketiga pada menit ke-35.
Pemain belakang Hertha, Niklas Kolbe, memberikan pandangannya mengenai performa solid tim dalam mengamankan kemenangan telak tersebut.
"Itu karena setiap orang kembali menjalankan tugasnya 100 persen. Jika semua orang mematuhi rencana, sering kali hasilnya terlihat bagus," kata Kolbe.
Kolbe menegaskan bahwa perbedaan utama dari musim sebelumnya terletak pada rasa kebersamaan serta kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim di lapangan.
"Tentu saja, tetapi tidak sebagai sebuah komunitas. Jika Anda melihat bahwa semua orang benar-benar berjuang untuk satu sama lain dan saling mendukung, maka hasil seperti inilah yang keluar. Kemudian Anda bisa menggeser batas Anda ke atas," ujar Kolbe.
Pemain berusia 29 tahun itu menambahkan bahwa semangat juang tim menjadi kunci utama untuk melampaui batas kemampuan maksimal mereka di setiap laga.
"Maka Anda dapat menggeser batas Anda ke atas, tidak hanya memberikan 100 persen di setiap pertandingan, tetapi 120 persen," kata Kolbe.
Bek Hertha tersebut optimistis timnya dapat menjaga konsistensi performa dalam melakoni kompetisi yang sedang berjalan.
"Jika kami terus berlanjut persis seperti ini, kami akan bersenang-senang setiap akhir pekan dan pasti tidak ada yang perlu disesali," ujar Kolbe.
Penyerang Hertha, Sebastian Grönning, turut mengekspresikan kegembiraannya usai kembali mencatatkan nama di papan skor untuk pertandingan kedua secara beruntun.
"Sangat berarti bagi saya untuk bisa mencetak gol lagi setelah gol kemenangan di Bochum. Saya tidak pernah meragukan diri sendiri. Saya selalu memiliki kepercayaan pada diri sendiri bahwa saya bisa mencetak gol," kata Grönning.
Pelatih Hertha BSC, Stefan Leitl, memuji keberhasilan para pemainnya dalam menjalankan skema taktik serta melakukan penekanan terhadap lawan.
"Cara anak-anak berulang kali menemukan permainan posisi mereka, bagaimana kami bisa langsung bereaksi setelah kehilangan bola untuk melakukan penekanan kembali. Saya senang untuk anak-anak, tetapi terutama juga karena kami tidak meninggalkan rencana kami dan dapat melewati masa-masa sulit sebagai tim," kata Leitl.
Leitl juga menyoroti perubahan strategi bertahan tinggi yang diterapkan kepada skuadnya musim ini.
"Hari ini momentum berada di pihak kami. Kami tidak menyimpang dari rencana kami dan berusaha tetap intens serta mengontrol lawan dengan lebih baik. Anda harus bertahan tinggi, anak-anak melakukannya dengan luar biasa. Dengan begitu lawan tidak mendapatkan peluang," ujar Leitl.
Mengenai kartu merah yang diterima Zeefuik pada menit ke-88, Leitl mengakui situasi tersebut akan memaksa timnya melakukan penyesuaian susunan pemain.
"Sekarang kami terpaksa mengubah apa yang sebenarnya tidak ingin diubah," kata Leitl.
Gelandang Hertha BSC, Paul Seguin, menyuarakan keyakinannya terhadap kualitas tim dalam mengarungi sisa musim persaingan.
"Jika kami terus bermain seperti ini, kami akan sulit dikalahkan," ujar Seguin.
Di sisi lain, Heidenheim sempat memperkecil kedudukan melalui Jan Schöppner pada menit ke-49 di hadapan 41.459 penonton. Namun, pemain baru Hertha, Oluwaseun Adewumi, mengunci kemenangan tuan rumah menjadi 4-1 lewat golnya di menit ke-90.
Pelatih 1. FC Heidenheim, Frank Schmidt, memberikan kritik tajam atas performa anak asuhnya, terutama di paruh pertama pertandingan.
"Jika bermain seperti yang kami lakukan hari ini, Anda tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kami harus berhati-hati agar mereka tidak menembak kami keluar dari stadion. Jika kami melanjutkan dari sana, itu bisa terjadi," kata Schmidt.
Schmidt mengungkapkan rasa kecewa mendalam atas penampilan tidak maksimal yang ditunjukkan oleh skuad Heidenheim pada babak pertama.
"Seseorang sampai kehabisan kata-kata. Anda harus malu setengah mati untuk babak pertama ini. Tertinggal 0-3 di matchday kedua, dan itu layak. Tembakan pertama ke gawang di menit ke-40, Anda tidak bisa tampil seperti itu di liga mana pun," ujar Schmidt.
Juru taktik berusia 52 tahun tersebut mengaku heran dengan penurunan performa yang dialami para pemain berpengalamannya.
"Ini menjadi teka-teki bagi saya bagaimana para pemain berpengalaman bisa tampil begitu buruk hari ini di babak pertama. Saya telah berbicara banyak hari ini sebelum pertandingan tentang ketersediaan, tentang sikap, tentang pressing tinggi, sepanjang minggu kami telah bersiap," kata Schmidt.
Dalam konferensi pers pascamatch, Schmidt secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diraih timnya.
"Tim selalu menjadi cermin dari pelatih, jadi saya sendiri harus mengambil tanggung jawab. Saya juga tidak siap," ujar Schmidt.
Terkait keputusan mengganti kapten Patrick Mainka di jeda babak, Schmidt menjelaskan alasannya berkaitan dengan risiko kartu merah.
"Ini bukan tentang statistik bagi saya, melainkan tentang momen ini," kata Schmidt.
Kemenangan ini menempatkan Hertha BSC di papan atas klasemen sementara 2. Bundesliga. Selanjutnya, Hertha dijadwalkan bertandang ke markas 1. FC Saarbrücken dalam ajang DFB-Pokal, sementara Heidenheim akan bersiap melakoni laga uji coba melawan FC Bayern München.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow