Masyarakat Lestarikan Tradisi Petungan Penanggalan Jawa Menjelang Transisi Sapar 2026
Masyarakat Jawa terus melestarikan tradisi petungan atau perhitungan ramalan berdasarkan kalender Jawa pada hari Jumat, 10 Juli 2026 yang bertepatan dengan weton Jumat Pon. Perhitungan ini menjadi bagian penting dalam menentukan langkah kehidupan maupun kegiatan adat menjelang fase transisi bulan Suro menuju bulan Sapar.
Sistem penanggalan Jawa merupakan kalender lunar atau qamariyah yang mengikuti peredaran bulan, mirip dengan kalender Hijriah. Penggunaannya memadukan siklus matahari, siklus bulan, siklus mingguan Saptawara yang berisi 7 hari, dan siklus pasaran Pancawara yang berisi 5 hari.
Pergantian hari dalam kalender Jawa dimulai saat matahari terbenam atau bakda magrib, bukan pada tengah malam pukul 00.00 seperti kalender Masehi. Hal ini menjawab pertanyaan warga mengenai "hari ini malam jumat apa", yang mana malam Jumat tersebut sudah memasuki siklus pasaran penanggalan hari berikutnya.
Penanggalan Jawa memiliki total 35 kombinasi weton yang didasarkan pada gabungan hari mingguan dan hari pasaran. Hari pasaran Pancawara terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon yang berulang setiap 5 hari sekali.
Untuk melakukan perhitungan, masyarakat menggunakan nilai neptu yang telah ditetapkan pada masing-masing hari. Nilai neptu total diperoleh dengan menjumlahkan nilai dari siklus mingguan dan siklus pasaran.
Berikut adalah tabel acuan nilai neptu untuk hari mingguan dan hari pasaran berdasarkan data kompilasi budaya Jawa:
| Hari Mingguan (Saptawara) | Nilai Neptu Hari | Hari Pasaran (Pancawara) | Nilai Neptu Pasaran |
|---|---|---|---|
| Minggu | 5 | Legi | 5 |
| Senin | 4 | Pahing | 9 |
| Selasa | 3 | Pon | 7 |
| Rabu | 7 | Wage | 4 |
| Kamis | 8 | Kliwon | 8 |
| Jumat | 6 | – | – |
| Sabtu | 9 | – | – |
Berdasarkan acuan tersebut, cara menghitung neptu jawa untuk weton Jumat Pon adalah dengan menjumlahkan nilai hari Jumat yaitu 6 dan nilai pasaran Pon yaitu 7, sehingga menghasilkan nilai total neptu 13.
Transisi Penanggalan Jawa di Bulan Juli 2026
Bulan Juli 2026 menjadi periode penting karena terjadi transisi antara dua bulan dalam kalender Jawa, yang memiliki total 12 bulan dalam satu tahun. Keberadaan kalender Jawa juli 2026 ini mencakup akhir bulan Suro dan awal bulan Sapar.
Fase Akhir Bulan Suro
Bulan Suro merupakan bulan pertama yang bertepatan dengan bulan Muharam dalam kalender Hijriah dan berjumlah 30 hari. Pada periode ini, bulan Suro dimulai sejak Rabu, 17 Juni 2026 dan akan berakhir pada Kamis, 16 Juli 2026 yang jatuh pada Kamis Legi.
Fase Awal Bulan Sapar
Bulan Sapar merupakan bulan kedua yang bertepatan dengan bulan Safar dalam kalender Hijriah dan berjumlah 29 hari. Fase ini akan dimulai pada Jumat, 17 Juli 2026 dengan weton Jumat Kliwon dan berlangsung hingga Jumat, 14 Agustus 2026 yang jatuh pada Jumat Wage.
Pelestarian Tradisi di Tengah Generasi Muda
Penerapan petungan ini tidak lepas dari upaya tokoh daerah dalam menjaga eksistensi budaya. Dilansir dari jateng.harianjogja.com, Bupati Banyumas mengajak generasi muda untuk melestarikan tradisi petungan Jawa agar nilai-nilai filosofis di dalamnya tidak punah tergerus zaman.
Langkah pelestarian ini dinilai penting untuk menjaga identitas kultural masyarakat. Penggunaan kalender Jawa beserta perhitungan weton hingga kini masih aktif digunakan oleh sebagian masyarakat untuk menentukan hari baik pernikahan, pindah rumah, maupun memulai usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow