Mengenal Sejarah dan Karakteristik Kopi Mocha Java Tertua

Smallest Font
Largest Font

Mocha Java Coffee sering kali dikira sebagai minuman cokelat. Namun, dilansir dari Detik Food, racikan ini merupakan blend kopi tertua di dunia yang telah dinikmati selama berabad-abad.

Kopi jenis blend menggabungkan dua atau lebih biji kopi dari daerah berbeda. Tujuannya adalah menciptakan rasa unik dan profil spesifik pada produk akhir.

Jenis coffee blend umumnya terbagi menjadi dua kategori. Kategori pertama berasal dari campuran biji kopi beberapa daerah atau negara berbeda, sedangkan kategori kedua mencampurkan dua tipe berbeda seperti Arabika dan Robusta.

Sejumlah varian coffee blend kini populer di pasaran, seperti Arabika Gayo dan Robusta Dampit. Kendati demikian, Mocha Java sudah lebih dulu terkenal dan dianggap sebagai salah satu pelopor kopi blend tertua.

Campuran kopi ini bermula pada abad ke-17 ketika para pelaut Eropa mengangkut kopi dari pulau Jawa ke pelabuhan Mokha di Yaman, sebelum kembali ke Eropa.

Dari pelayaran tersebut, orang Eropa menemukan perbandingan 50-50 yang kemudian diterima di dunia dan menjadi salah satu racikan favorit banyak orang.

Nama mocha Java diambil langsung dari dua wilayah penghasil utamanya. Nama tersebut tidak memiliki kaitan apa pun dengan campuran cokelat.

Biji kopi Mocha asal Yaman dikenal karena karakteristik keasaman dengan sentuhan fruity serta aroma menyerupai anggur yang kompleks.

Sebaliknya, biji kopi Jawa memiliki cita rasa dasar yang lembut serta tingkat keasaman rendah. Kombinasi keduanya menghasilkan secangkir kopi yang seimbang.

Saat ini, akses terhadap biji kopi Yaman tergolong terbatas. Sejumlah roastery menggunakan biji kopi Ethiopia sebagai bahan pengganti.

Perpaduan dua biji kopi tersebut menghadirkan rasa yang dinamis dan kuat tanpa berlebihan, serta kaya rasa tanpa tambahan pemanis.

Biji kopi ini dapat dinikmati di rumah dengan gilingan sedang untuk metode drip dan pour over. Sementara itu, teknik French-press memerlukan gilingan kasar.

Proses penyeduhan disarankan menggunakan suhu air antara 90 hingga 96 derajat Celcius demi mengekstrak spektrum rasa secara optimal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed