Pramugari Imbau Penumpang Taruh Perhatian Ekstra pada Kebersihan Kursi Pesawat
Seorang bekas awak kabin yang pernah bekerja selama 11 tahun, Charity Nelms, membagikan saran agar penumpang senantiasa memakai celana panjang saat naik pesawat. Langkah ini penting untuk mencegah kulit kaki bersentuhan langsung dengan alas duduk.
Nelms menyarankan penumpang menghindari penggunaan celana pendek, rok, maupun gaun, dilansir dari Detik Travel. Ketersediaan perlindungan berupa pakaian tertutup dinilai efektif meminimalisasi paparan kotoran yang berpotensi menempel pada fasilitas kabin.
"Pakailah celana panjang. Celana pendek, rok, dan gaun, sebaiknya jangan. Kenakan celana panjang. Tidak ada bagian kulitmu yang seharusnya menyentuh kursi itu," kata Nelms dikutip dari Independent.
Peringatan serupa mengenai kondisi kebersihan area tempat duduk penumpang sebelumnya juga sempat disampaikan oleh awak kabin asal Dallas, Cher Killoguh. Melalui unggahan video media sosial, ia menceritakan pengalaman mendapati penggantian popok bayi berisi kotoran secara langsung di atas kursi penerbangan.
Prosedur pembersihan pesawat secara umum memang berjalan pascadarat, namun pelaksanaannya tidak selalu mencakup pembersihan menyeluruh pada seluruh bagian kabin di setiap jeda transit. Perwakilan ABM Aviation, John Alford, menjelaskan bahwa pembersihan singkat saat transit biasanya diprioritaskan untuk area dapur, toilet, serta tempat sampah.
Jadwal pembersihan menyeluruh dilaksanakan secara berkala mengikuti kebijakan operasional tiap maskapai. Singapore Airlines menerapkan pembersihan menyeluruh tiap bulan, sementara British Airways melakukannya setiap 500 jam terbang. Adapun American Airlines mengonfirmasi pelaksanaan pembersihan mendalam dilakukan rutin setiap 45 hari.
Di samping urusan busana, Nelms menyarankan agar penumpang menyiapkan tisu disinfektan guna memoles komponen sabuk pengaman sebelum digunakan. Sabuk pengaman menjadi salah satu objek yang paling rawan menampung cairan tubuh maupun sisa kotoran akibat frekuensi sentuhan yang tinggi dari berbagai penumpang.
"Bagian logam pada sabuk pengaman sering disentuh oleh banyak orang. Bagian kainnya juga berpotensi terkena berbagai cairan, termasuk muntahan bayi, tumpahan minuman, dan cairan tubuh lainnya," kata Nelms.
Ia juga mengingatkan pentingnya memakai alas kaki saat hendak pergi ke toilet kabin. Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki atau sekadar berkaus kaki sangat berisiko karena lantai toilet berpotensi menampung cairan kotor yang mudah terserap kain.
"Cairan yang terdapat di lantai toilet belum tentu hanya air bersih dan kaus kakimu itu dapat menyerap cairan tersebut seperti spons," kata dia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow