Unhan RI Jajaki Kerja Sama Vokasi dan Pelajari Ketahanan Budaya
Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia memperluas jangkauan kontribusinya melalui pelaksanaan dua agenda strategis secara bersamaan pada Selasa, 23 Juni 2026, yang meliputi penjajakan kerja sama pendidikan di Jawa Barat serta kunjungan studi ketahanan nasional di Yogyakarta.
Di Sentul, Bogor, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur yang dipimpin oleh Bupati Ubaid Yakub guna membahas rencana pembangunan sekolah vokasi demi memenuhi kebutuhan industri lokal.
"Kami membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Kehadiran sekolah vokasi menjadi salah satu solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut," kata Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja terampil akan melonjak masif seiring perkembangan kawasan industri baru di wilayah tersebut.
"Kami membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri," ujar Ubaid Yakub dalam kesempatan terpisah seperti dilansir dari tandaseru.com.
Langkah taktis ini diambil agar masyarakat setempat dapat mengoptimalkan penyerapan lapangan kerja yang tercipta dari Program Strategis Nasional.
"Harapan kami sekolah vokasi ini menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Halmahera Timur dapat mengambil peran lebih besar dalam berbagai peluang kerja yang tersedia di kawasan industri," kata Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Ricfat sebagaimana dikutip dari kabarhalmahera.com.
Kawasan industri di Halmahera Timur diproyeksikan memerlukan puluhan ribu tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.
"Harapan kami, sekolah vokasi ini dapat menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal sehingga masyarakat Halmahera Timur dapat mengambil peran lebih besar dalam berbagai peluang kerja yang tersedia di kawasan industri," jelas Ricky Chairul Ricfat.
Sementara itu pada hari yang sama, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Unhan RI Mayjen TNI Priyanto memimpin kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempelajari pelestarian budaya lokal.
"Budaya adalah salah satu elemen dari ketahanan nasional, selain ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksoshankam). Kami juga melihat DIY sebagai daerah yang SDM-nya unggul di negeri kita," kata Dekan FMP Unhan RI, Mayjen TNI Priyanto dilansir dari antaranews.com.
Kunjungan ini berfokus pada integrasi aspek pertahanan dengan pengelolaan sumber daya daerah yang dinilai relevan dengan konstelasi geopolitik global.
"Selain itu, mengetahui secara langsung bagaimana aspek pertahanan dijadikan dasar pengembangan pariwisata, ekonomi, sumber daya daerah, pengembangan mineral dan energi, serta modal untuk selalu siap menghadapi ancaman," kata Mayjen TNI Priyanto.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti yang mewakili Gubernur DIY menyatakan bahwa wilayahnya bertumpu pada kualitas manusia dan pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan.
"Karenanya, daerah juga merupakan simpul strategis dalam sistem ketahanan nasional," kata Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Pemerintah Daerah DIY menilai status keistimewaan yang disandang merupakan instrumen konstitusional dalam mengelola pemerintahan dan nilai sejarah.
"Keistimewaan bukanlah sebuah privilege administratif semata, melainkan instrumen konstitusional untuk menjaga kesinambungan nilai, budaya, dan tata kelola pemerintahan yang berakar pada sejarah sekaligus relevan terhadap tantangan masa depan," kata Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Nilai strategis keistimewaan tersebut dijalankan melalui kewenangan di bidang kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, hingga tata ruang.
"Di sini lah nilai strategis keistimewaan hadir sebagai modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, memperkukuh identitas nasional, sekaligus memperluas daya saing daerah," kata Ni Made Dwipanti Indrayanti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow