Aktivitas Fisik Bantu Bersihkan Limbah Otak

Smallest Font
Largest Font

Gerakan tubuh saat berolahraga terbukti mampu memicu proses biologis yang membantu membuang sisa kotoran dari dalam otak demi menjaga kesehatan kognitif. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience pada tahun 2026 melalui studi berjudul "Brain motion is driven by mechanical coupling with the abdomen".

Dilansir dari Kompas.com pada Minggu (19/7/2026), kontraksi otot perut saat bergerak menciptakan perubahan tekanan yang menggerakkan otak secara perlahan di dalam rongga tengkorak. Proses pembersihan ini melibatkan cairan serebrospinal dan cairan interstisial yang mengangkut sisa metabolisme berbahaya.

"Itu penting karena gerakan tampaknya membantu melancarkan sirkulasi cairan serebrospinal, cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang," kata Ahli Neurologi David Perlmutter, MD, mengutip Real Simple, Minggu (19/7/2026).

Perlmutter menjelaskan bahwa kelancaran sirkulasi cairan tersebut sangat krusial bagi pencegahan penyakit jangka panjang. Penumpukan produk limbah berpotensi memicu masalah kesehatan yang lebih serius jika dibiarkan menetap di organ tersebut.

"Para peneliti percaya, efek pada cairan tulang belakang ini mungkin membantu otak membersihkan produk limbah yang jika tidak dibersihkan dapat berkontribusi pada penyakit neurodegeneratif," lanjut dr. Perlmutter.

Ia juga menganalogikan mekanisme fisik tersebut dengan benda sehari-hari yang diperas untuk mengeluarkan kotoran secara mekanis.

"Cara sederhana untuk membayangkannya adalah seperti membilas spons. Ketika otak bergerak sedikit, cairan berpindah melalui jaringan otak dan mungkin membantu membersihkan produk limbah yang tidak diinginkan," kata dr. Perlmutter.

Meskipun uji coba baru dilakukan pada tikus percobaan, hasil studi ini memberikan fondasi penting bagi pemahaman biologi manusia di masa depan.

"Penelitian sains dasar semacam ini adalah cara kita membangun fondasi untuk memahami biologi manusia," kata Neuropsikolog Klinis dan Asisten Profesor di The Chicago School, Janina Kamm, PsyD.

Kamm menambahkan bahwa aktivitas fisik yang konsisten memiliki dasar ilmiah yang sangat kuat dalam memelihara kesehatan sistem saraf manusia dibandingkan dengan metode lainnya.

"Dari semua hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung otak yang sehat, aktivitas fisik rutin memiliki beberapa bukti terkuat di baliknya," tutur dia.

Dorongan mekanis dari gerakan tubuh secara teoritis mempercepat pembuangan zat sisa menuju sistem drainase bawaan di sekitar rongga kepala.

"Secara teori, pergerakan otak bisa mendorong cairan interstisial keluar menuju ruang di sekitar otak, di mana kita memiliki sistem drainase bawaan," ucap Kamm.

Peningkatan efisiensi pembuangan limbah metabolik tersebut dapat tercapai dengan mengarahkan aliran cairan menuju sistem pembuangan.

"Dengan mendorong pergerakan cairan ini ke arah sistem pembuangan limbah kita, kita mungkin bisa lebih efektif 'membersihkan' otak," imbuh dia.

Kamm juga merekomendasikan olahraga aerobik untuk memori serta tai chi guna membangun fungsi eksekutif seperti fleksibilitas mental dan memori kerja.

"Misalnya, penelitian menyarankan olahraga aerobik mungkin sangat membantu untuk memori, sedangkan praktik tubuh dan pikiran seperti tai chi menunjukkan potensi untuk membangun fungsi eksekutif, hal-hal seperti fleksibilitas mental dan memori kerja," kata Kamm.

Pelepasan protein khusus dari aktivitas ini sangat esensial untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan neuron baru di pusat memori otak.

"Ini sangat penting untuk kemampuan kita belajar dan mengingat informasi," tambah dia.

Pembersihan biologis ini melibatkan aliran cairan yang bersirkulasi secara aktif melalui jaringan organ untuk menyingkirkan sisa sel mati.

"'Membilas' atau 'membersihkan' otak merujuk pada proses biologis, di mana cairan mengalir ke dalam, melalui, dan keluar dari jaringan otak untuk membuang produk limbah metabolik," kata Ahli Bedah Tulang Belakang Neurologis dan Profesor Bedah Saraf di University of Pittsburgh School of Medicine, D. Kojo Hamilton, MD.

Selain membersihkan limbah, olahraga secara instan meningkatkan produksi hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang menajamkan perhatian serta mengatur suasana hati.

"Olahraga meningkatkan produksi serotonin, dopamin, dan norepinefrin, yang memainkan peran mendasar dalam menajamkan perhatian dan mengatur suasana hati. Itu secara bersamaan menekan stres dengan mengatur pelepasan hormon kortisol," kata dr. Hamilton.

Olahraga aerobik dan latihan fisik lainnya juga mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru yang menjamin ketersediaan nutrisi esensial bagi organ kepala tersebut.

"Ini secara langsung meningkatkan aliran darah, memasok otak dengan lebih banyak oksigen dan glukosa yang diperlukan untuk pembelajaran optimal dan fleksibilitas kognitif," pungkas dr. Hamilton.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed