Ancelotti Pantau Kondisi Fisik Neymar Menjelang Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menyertakan Neymar ke dalam daftar awal 55 pemain untuk Piala Dunia 2026 meskipun sang penyerang Santos tersebut harus membuktikan kebugaran fisiknya sebelum pengumuman skuad final pada Senin, 18 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah Neymar absen membela tim nasional selama hampir tiga tahun akibat serangkaian cedera lutut yang menghambat performanya di level klub.
Ancelotti memberikan penekanan khusus pada aspek kondisi fisik sebagai syarat mutlak bagi pemain berusia 34 tahun tersebut untuk berangkat ke turnamen yang akan digelar di Amerika Utara. Berdasarkan data statistik, Neymar telah mengoleksi 128 penampilan untuk tim berjuluk Selecao dan mencetak 79 gol sejak debutnya, namun ia baru tampil tujuh kali bagi Santos di Liga Brasil musim ini.
"Itu tergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan. Itu kriteria yang sangat jelas dan itu tidak hanya berlaku untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisiknya," ujar Ancelotti dikutip dari Football Italia.
Ancelotti menambahkan bahwa penilaian terhadap mantan pemain Barcelona itu murni didasarkan pada kesiapan raga karena kemampuan teknisnya sudah teruji secara global.
"Dengan Neymar kami hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak diragukan lagi. Itu tergantung padanya, bukan pada saya," jelas Ancelotti.
Pelatih asal Italia tersebut juga merefleksikan perjalanannya sebagai manajer yang kini memasuki musim ke-30 dan menyatakan kecintaannya yang mendalam terhadap dunia sepak bola.
“Saya tidak bisa hidup tanpa sepak bola. Jika saya tidak lagi berada di lapangan, saya akan berada di sana sebagai penggemar yang menonton pertandingan.” kata Ancelotti dilansir dari Football Italia.
Ancelotti menggambarkan kegemarannya menonton pertandingan layaknya menikmati sebuah film, sebuah aktivitas yang akan terus ia lakukan bahkan setelah masa pensiun nanti.
“Bagi saya, menonton pertandingan di TV bukanlah pekerjaan. Itu adalah kesenangan. Saya sangat menyukai film. Bagi saya, sepak bola seperti kesenangan menonton film. Rasanya sama." kata Ancelotti melanjutkan.
Ia memprediksi bahwa gairahnya terhadap sepak bola tidak akan berubah meskipun suatu saat nanti ia tidak lagi menjabat sebagai pelatih profesional.
"Suatu hari nanti, ketika saya berhenti bekerja di bidang sepak bola, saya akan tetap menontonnya dengan cara yang sama, tanpa masalah apa pun," lanjut Ancelotti.
Saat berbicara kepada The Guardian, Ancelotti menjelaskan bahwa pendekatannya kepada para pemain didasarkan pada rasa hormat dan kemanusiaan yang mendalam.
“Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin itu sikap saya, cara saya bersikap terhadap para pemain, rasa hormat yang saya tunjukkan kepada mereka sebagai manusia." tutur Ancelotti.
Ia menekankan betapa pentingnya membangun koneksi personal di tengah kompleksitas manajemen klub sepak bola modern saat ini.
“Saya sangat menghargai membangun hubungan pribadi tersebut," tegas Ancelotti.
Ancelotti memaparkan tantangan besar bagi seorang manajer yang harus menyeimbangkan hubungan antara pemain, klub, pers, hingga basis penggemar.
“Pekerjaan seorang manajer sangat sulit karena Anda harus mengelola begitu banyak hal," ungkap Ancelotti melanjutkan.
Manajer kawakan ini menganggap interaksi antarpribadi sebagai elemen yang paling menantang sekaligus krusial dalam keberhasilan sebuah tim.
"Ada hubungan dengan para pemain, dengan klub, dengan pers, dengan para penggemar. Ada begitu banyak aspek dari pekerjaan ini yang harus Anda kelola. Yang paling menantang dari semua itu adalah hubungan dengan orang-orang – dan itu juga yang paling penting.” tambah Ancelotti.
Ancelotti juga menampik anggapan bahwa kesuksesannya hanya bergantung pada manajemen manusia semata tanpa memiliki strategi taktis yang mumpuni.
"Saya tidak memenangkan gelar hanya karena hubungan saya dengan para pemain,” jelas Ancelotti.
Ia menyatakan bahwa hubungan baik hanyalah alat untuk memaksimalkan potensi pemain di lapangan, namun pemahaman taktis tetap menjadi fondasi utama permainannya.
"Hubungan yang saya miliki dengan para pemain sangat membantu karena memungkinkan saya untuk memaksimalkan potensi pemain. Terkadang bahkan lebih dari yang maksimal. Tapi itu hanya satu bagian dari permainan. Bagi saya tidak penting apakah orang mengatakan saya ahli taktik yang baik atau tidak. Yang bisa saya katakan adalah saya sangat memahami semua aspek permainan.” ungkap Ancelotti.
Mengenai evolusi sepak bola, Ancelotti mencermati bahwa permainan saat ini menuntut intensitas fisik dan analisis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dekade sebelumnya.
“Sepak bola terus berubah. Saya mencoba beradaptasi dengan apa yang terjadi. Sepak bola saat ini lebih analitis, jauh lebih intens, lebih fisik." ujar Ancelotti.
Ia mengamati adanya tren di kalangan pelatih generasi baru yang cenderung menitikberatkan strategi pada pola serangan.
"Beberapa taktik, terutama taktik bertahan, tidak sepenting 10 tahun yang lalu. Generasi pelatih baru lebih fokus pada permainan menyerang daripada bertahan,” tambah Ancelotti.
Terkait kembalinya Neymar ke skuad nasional, Ancelotti kembali menegaskan bahwa performa di atas lapangan akan menjadi penentu tunggal pemanggilan tersebut.
“Pemanggilan Neymar sepenuhnya bergantung padanya. Itu bergantung pada apa yang ditunjukkan pemain di lapangan," terang Ancelotti.
Ia menegaskan kriteria seleksi pemain bersifat transparan dan berlaku adil bagi seluruh talenta yang ada dalam radar pemantauan.
"Itu kriteria yang sangat jelas dan bukan hanya untuk Neymar. Dengan sebagian besar pemain, Anda perlu menilai bakat dan kondisi fisik." papar Ancelotti.
Status Neymar sebagai ikon sepak bola Brasil tidak menjamin posisinya tanpa bukti kebugaran yang nyata di pertandingan resmi.
"Dengan Neymar, kita hanya perlu menilai kondisi fisiknya karena bakatnya tidak perlu diragukan lagi. Itu bergantung padanya, bukan pada saya," tambah Ancelotti.
Selain Neymar, nama bek veteran Thiago Silva yang kini berusia 41 tahun juga muncul dalam radar pemanggilan setelah performa apik di liga domestik.
“Thiago Silva masuk dalam radar, ya. Dia bermain sangat baik, dia memenangkan liga Portugal dan berada dalam kondisi fisik yang prima.” kata Ancelotti.
Kehadiran pemain senior dipandang sangat penting untuk membimbing pemain muda dan menjaga stabilitas mental di ruang ganti.
“Pemimpin itu penting. Untungnya, skuad ini memiliki pemimpin yang sangat dihormati," terang Ancelotti.
Ancelotti menyebut beberapa nama pemain kunci yang selama ini telah memberikan contoh kepemimpinan yang baik bagi tim.
"Pemimpin yang tidak banyak bicara tetapi memberikan contoh yang baik, seperti Alisson, Casemiro, Marquinhos, dan Raphinha. Dalam hal itu, skuad ini berada di tangan yang tepat.” tutur Ancelotti.
Ambisi Brasil untuk mengakhiri puasa gelar selama 24 tahun menjadi motivasi utama tim dalam menghadapi kompetisi akbar tersebut.
"I have a very talented squad. In addition, the motivation of this country to win again after 24 years is huge. I'm sure we will have a great World Cup," pungkas Ancelotti dilansir dari bola.kompas.com.
Pelatih Santos, Cuca, memberikan dukungan penuh bagi Neymar setelah sang pemain tampil impresif saat membawa timnya menang 2-0 atas Coritiba di Copa do Brasil.
"Untuk Piala Dunia ini, saya rasa seiring berjalannya setiap pertandingan, Neymar semakin menunjukkan nilainya dan kemampuannya. Ia bukan lagi Neymar seperti dulu, yang hanya mengambil bola dan menerobos ke dalam, tetapi kini ia mampu menciptakan kesulitan besar bagi lawan. Di tim nasional, dia bisa membantu dalam banyak hal, baik dengan datang dari belakang, memberikan umpan kepada rekan setim, kecerdasannya, menguasai bola, mengatur serangan, hingga mencetak gol. Dia bermain di sayap, sebagai nomor 10, maupun sebagai false nine." ujar Cuca.
Cuca menilai perkembangan taktis Neymar menjadikannya aset yang sangat diperlukan bagi skema permainan yang akan diusung Brasil di panggung dunia.
"Posisi dia di tim nasional sudah berada di jalur yang tepat, menurut saya. Dia bisa mewakili kita dengan sangat baik; menurut pemahaman saya, hal itu sangat diperlukan. Keputusannya ada di tangan pihak CBF; mereka memiliki berbagai opsi untuk dianalisis guna menentukan langkah selanjutnya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di Piala Dunia, dan Brasil sedang tampil bagus, insya Allah mereka akan menjadi juara. Mari kita tunggu dan lihat, hadapi satu per satu, seperti yang telah kita lakukan. Mungkin pada hari Minggu dia akan tampil bagus lagi, dan siapa tahu, dia mungkin bisa mengamankan tempatnya di Piala Dunia." tambah Cuca.
Ancelotti mengakui bahwa popularitas Neymar di mata rekan setim dan penggemar menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan dalam pemilihan skuad.
"Neymar sangat dicintai," ucap Ancelotti dilansir dari ESPN.
Dukungan moral dari ruang ganti dianggap akan memudahkan integrasi sang bintang jika ia benar-benar terpilih dalam 26 pemain final.
"Bukan hanya oleh para penggemar, tetapi juga oleh para pemain. Jika Anda memanggil Neymar, Anda tidak akan menimbulkan keributan di ruang ganti karena dia sangat disukai, sangat dicintai," katanya melanjutkan.
Meski memiliki status kebintangan, Ancelotti menegaskan bahwa proses seleksi tetap melibatkan pertimbangan matang antara bakat dan kendala fisik.
"Neymar adalah pemain penting bagi negara ini, karena bakat yang selalu ia tunjukkan, dan karena ia pernah mengalami masalah yang kini sedang ia atasi. Ia bekerja keras untuk pulih, dia bermain juga," tutur Ancelotti.
Ancelotti terus mengamati konsistensi permainan Neymar di level klub sebelum mengambil keputusan akhir menjelang jadwal Grup C melawan Maroko, Haiti, dan Skotlandia.
"Ia telah berkembang akhir-akhir ini dan bermain secara konsisten. Jelas, bagi saya, ini bukan keputusan yang mudah. Saya harus mempertimbangkan pro dan kontra dengan cermat." pungkas Ancelotti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow