Arsenal Incar Morgan Rogers untuk Perkuat Lini Serang

Smallest Font
Largest Font

Klub sepak bola Arsenal dilaporkan menjadikan penyerang sayap Aston Villa, Morgan Rogers, sebagai target utama untuk memperkuat lini serang mereka menjelang musim kompetisi 2026-2027.

Langkah penominasian Rogers muncul setelah Arsenal berhasil menjuarai Liga Premier Inggris musim 2025/2026 dan kini berniat menjaga kedalaman skuad demi mempertahankan gelar serta bersaing di Eropa. Berdasarkan laporan pada Rabu, 17 Juni 2026, Chelsea yang juga berminat kini mengalihkan perhatian kepada Iliman Ndiaye dari Everton karena Arsenal memimpin perburuan Rogers yang bernilai sekitar 80 juta poundsterling.

Pakar transfer Fabrizio Romano melalui akun media sosial X mengonfirmasi ketertarikan mendalam dari manajer Arsenal terhadap profil permainan yang dimiliki oleh Rogers.

"Arsenal make initial approach for Christos Tzolis as potential new winger with contacts started on player/club side." kata Fabrizio Romano, Pakar Transfer.

Pendekatan terhadap penyerang sayap Club Brugge tersebut berjalan beriringan dengan pemantauan terhadap target lini serang lainnya di pasar transfer.

"He’s among options considered but not only one, Jeremy Monga remains separate deal for future and advancing." ujar Fabrizio Romano, Pakar Transfer.

Pihak manajemen Arsenal menegaskan bahwa perburuan tanda tangan Rogers tetap menjadi prioritas yang terpisah dari rencana mendatangkan talenta muda lainnya.

"Rogers/Barcola & more remain top targets." kata Fabrizio Romano, Pakar Transfer.

Di sisi lain, Morgan Rogers yang sedang bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 bersama timnas Inggris di Florida mengaku sudah lebih siap mental menghadapi rumor transfer tersebut.

"Rasanya pertama kali itu terjadi memang mengganggu konsentrasi saya. Anda berada di posisi tak nyaman karena tak menyadari bahwa orang-orang sangat tertarik dengan Anda dan Anda tak terlalu sadar," ujarnya dikutip Sky Sports.

Pemain berusia 23 tahun itu menambahkan bahwa seiring bertambahnya pengalaman, ia menyadari spekulasi merupakan bagian dari permainan sepak bola.

"Tapi seiring menuanya Anda dan pengalaman bertambah, Anda tahu bahwa itu akan terjadi dan 95% dari kabar itu cuma kebisingan. Anda mendengarnya, itu pasti. Anda tak bisa menghindarinya." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.

Rogers juga menyatakan bahwa ia memilih untuk memanfaatkan ketertarikan klub lain secara positif.

"Anda tahu ketertarikan itu ada tapi ya harus menggunakannya dengan positif. Anda cuma bisa mencoba terus bermain dan fokus." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.

Dalam wawancara terpisah dengan The Rest is Football dari Netflix, Rogers kembali menegaskan pandangannya mengenai tekanan rumor transfer senilai 80 juta poundsterling tersebut.

"I think when it first happens, it is," katanya kepada The Rest is Football dari Netflix.

Ia menjelaskan bagaimana kedewasaan membantunya mengabaikan spekulasi yang berkembang di luar lapangan.

"You’re in an uncomfortable position because you don’t realise people are that interested in you and you’re not fully aware of it. But as you get older and you get experience, you know it’s part of the game and 95 per cent of it is just noise. You hear it, of course.

You can’t escape it. You know it’s there, but you’ve just got to use it as a positive. You just try and focus on your football and stay concentrated." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.

Terkait persaingan posisi nomor 10 di timnas Inggris dengan Jude Bellingham, Rogers optimistis bahwa mereka bisa dipasang bersamaan oleh manajer Thomas Tuchel.

"I think we can definitely play together," tegas Rogers.

Rogers mengaku sangat ingin bermain bersama talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh skuad Tiga Singa.

"I’d love to. I want to play with the best players England have got. He’s at the forefront of that and is someone I’ve always wanted to play with from a very young age, and that’s not changed now." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.

Meskipun namanya kini melambung pesat, Rogers menyadari bahwa dinamika karier di dunia sepak bola dapat berubah dengan sangat cepat.

"It’s amazing to see how far you can go in such a short space of time," kata Rogers.

Ia mengingatkan dirinya sendiri agar tidak naif dalam menyikapi popularitas yang diterimanya saat ini.

"But you’re naive in football if you don't realise things can change so quickly. It can be a good or a bad thing, whichever way you look at it. One minute you can be something, and the next you can be gone and forgotten. That’s the harsh reality of football." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.

Sementara itu, mantan manajer Chelsea Roberto Di Matteo turut memberikan pandangan mengenai dinamika transfer musim panas ini, khususnya terkait ketertarikannya pada Sandro Tonali dari Newcastle.

"If Sandro Tonali is to leave Newcastle this summer… he’s someone I like a lot." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Di Matteo menilai gelandang asal Italia tersebut memiliki kualitas mumpuni yang dapat memberikan dampak instan.

"I think he’s a class player." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Namun, ia mempertimbangkan tumpukan opsi pemain tengah yang sudah dimiliki oleh Chelsea saat ini.

"I’m not sure whether Chelsea need another player in that particular department, I suppose it would depend if someone leaves." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Klub London Barat tersebut saat ini telah memiliki deretan gelandang berharga mahal yang mengisi ruang ganti mereka.

"You know, they have Enzo [Fernandez], [Moises] Caicedo, Andrey Santos and Romeo Lavia." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Keberadaan para pemain muda tersebut memicu spekulasi mengenai efisiensi penambahan personel baru di sektor gelandang.

"If one of those was to leave, then maybe." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Di Matteo menyatakan akan sangat senang jika bisa melihat Tonali memperkuat The Blues musim depan.

"I would love to see him at Chelsea." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Kendati demikian, sang manajer menegaskan bahwa pembenahan tim harus difokuskan pada sektor lain yang dinilai lebih mendesak.

"But, for me, their priorities this summer should be in other areas of the pitch." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Ia juga merefleksikan performa tim yang kurang konsisten sepanjang musim kompetisi lalu akibat adanya pergantian kursi kepelatihan.

"It was an inconsistent season for Chelsea, which was certainly been disrupted by the managerial changes." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Faktor cedera pemain kunci dinilai turut memperparah stabilitas permainan tim di lapangan.

"But let’s not forget there have been a couple of big injuries, too; Cole Palmer missed a big chunk of the season, and I also think Levi Colwill was hard to replace." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Meski menghadapi masa sulit, ia menyarankan agar manajemen mempertahankan kerangka skuad yang ada tanpa melakukan pembongkaran besar-besaran.

"He’s an important player at the club, and he’d formed a good partnership with Trevor Chalobah." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Kualitas individu yang merata di dalam skuad Chelsea dinilai sudah cukup menjadi modal dasar yang kuat untuk bersaing.

"I would keep a lot of the players in this squad though, for sure." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Langkah revolusi komposisi pemain dianggap tidak diperlukan oleh tim dalam menghadapi kompetisi tahun depan.

"There are some very good players in there, so it’s not as if they need to go and completely revolutionise the team this summer." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Fokus utama yang dibutuhkan Chelsea saat ini adalah menyuntikkan elemen pengalaman ke dalam skuad yang didominasi pemain muda.

"There’s a lot of quality there, I just think they need to add a bit of experience now." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Kehadiran figur senior dinilai sangat krusial untuk membimbing tim melewati periode kompetisi yang penuh tekanan.

"I know everybody has talked about it, but that’s what would help this team right now." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Pemain berpengalaman dapat menjadi penyeimbang ketika performa tim mengalami penurunan di saat-saat krusial.

"Especially during the tricky times, because this is a very young group, and they’re learning very quickly that there are lots of ups and downs in a season… you just need three or four players in there who can steady the ship and drag the rest along in those difficult periods." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Kerentanan akibat minimnya jam terbang internasional menjadi evaluasi mendasar bagi pengelolaan internal Chelsea ke depan.

"These guys are a little bit vulnerable, and less experienced, which means they don’t know how to handle certain situations." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.

Manajemen klub dilaporkan telah menyadari kelemahan tersebut dan berencana melakukan penyesuaian kebijakan transfer.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed