Arsenal Hadapi Krisis Lini Belakang Menjelang Final Liga Champions
Klub asal Inggris Arsenal menghadapi krisis di sektor bek kanan menjelang pertandingan final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu mendatang.
Masalah tersebut muncul setelah Ben White dipastikan absen akibat cedera lutut, sementara Jurrien Timber diragukan tampil karena masalah pangkal paha sejak pertengahan Maret.
Dilansir dari theguardian.com, kondisi ini memaksa manajer Mikel Arteta memutar otak untuk meredam daya serang sayap Paris Saint-Germain yang dihuni oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia.
Jika Timber tidak pulih, Cristhian Mosquera kemungkinan besar akan dipasang di posisi bek kanan untuk menjaga keseimbangan lini pertahanan Arsenal.
Berdasarkan statistik musim ini di kompetisi Eropa, Paris Saint-Germain mendominasi dengan rata-rata penguasaan bola mencapai 63,4 persen dan telah mencetak 44 gol.
Sebaliknya, statistik Arsenal menunjukkan penguasaan bola sebesar 52,6 persen dengan koleksi 29 gol, namun mereka memiliki pertahanan kokoh yang baru kebobolan 6 gol.
Di sisi lain, keberhasilan meraih trofi Premier League musim ini diakui telah mengangkat beban mental para pemain Arsenal setelah penantian selama 22 tahun.
Arteta mengungkapkan bahwa keberhasilan domestik tersebut memberikan dorongan emosional yang masif bagi timnya untuk menghadapi sang juara bertahan di Budapest.
"There's a sense of joy and a sense of relief, of letting go of a burden. Of saying: 'We've got this now.' And we must use that now as a tsunami of emotion, of hope, and of hunger to win the Champions League." kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal saat diwawancarai oleh MARCA.
Manajer asal Spanyol tersebut merasa sangat bangga karena pencapaian musim ini diraih bersama orang-orang yang tepat di dalam klub.
"The journey. We've done this with worthwhile people. I've sometimes felt vulnerable and wondered if I was capable of achieving this. 'Am I the right person to lead this?' And you don't have the answer until you achieve it. We've done it together." tambah Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Terkait kritik mengenai taktik Arsenal yang dinilai cenderung bermain defensif setelah babak semifinal, Arteta menegaskan bahwa fleksibilitas strategi sangat diperlukan di tengah badai cedera pemain.
"I respect all opinions, and then you have to decide what to do with them: give them importance, discard them, keep them as a memory, burn them, use them and they serve you well... There's room for everything. My job is that if something isn't enough for us to win, I can't be satisfied. My job is to find other ways to ultimately win, to innovate, to find different approaches than before. And that's what we've been doing all this time. With the injuries we've had, there's a time for everything. If I put those injuries into a machine and asked for the odds of winning the Premier League, they would have given me 2%. And I wasn't going to settle for that. We've had to find other ways, with our resources and qualities, to be just as competitive in the 60-odd matches we've played, with the demands placed upon us." tegas Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Pertandingan puncak ini menjadi kesempatan emas bagi Arsenal untuk mengawinkan gelar domestik dan Eropa sekaligus mencetak sejarah baru di London Utara.
Sementara itu, Paris Saint-Germain yang diasuh oleh Luis Enrique bertekad mempertahankan gelar mereka dan menjadi klub kedua setelah Real Madrid yang mampu melakukannya di era modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow