Asisten Pelatih Australia Kritik Wasit Piala Dunia 2026 di Texas
Asisten pelatih tim nasional Australia, Paul Okon, melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Mesir di Arlington, Texas, yang harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah skor imbang. Dilansir dari SBS, Okon merasa kecewa karena pemain Mesir, Rabia, tidak dijatuhi kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Australia, Jordan Bos. "Terrible tackle," kata Paul Okon, Asisten Pelatih Australia.
Okon menilai bahwa wasit sebenarnya sempat memberikan keuntungan bagi Australia saat pelanggaran terjadi, namun sang pengadil tidak kembali memberikan hukuman kartu kepada pemain yang bersangkutan setelah momentum usai.
"From what we understand, the referee played advantage, but he doesn't come back and book the player," ujar Paul Okon, Asisten Pelatih Australia. Kekecewaan tim berjuluk Socceroos tersebut semakin bertambah karena mereka juga kebobolan melalui skema bola mati yang dianggap Okon sebagai gol yang mudah bagi lawan.
"Very disappointing, but we've got to move on and be better in the second half," tutur Paul Okon, Asisten Pelatih Australia. Meskipun demikian, Okon tetap optimis bahwa anak asuhnya mampu tampil lebih menekan dan membongkar pertahanan Mesir jika bisa memanfaatkan ruang kosong di lapangan dengan lebih efektif.
"We seem to find pockets of space, and if we can do that better in the second half, I've got no doubt we'll create more opportunities for us," pungkas Paul Okon, Asisten Pelatih Australia. Laga ini mencetak sejarah sebagai pertemuan pertama antara Australia dan Mesir di ajang Piala Dunia, di mana kedua negara sama-sama mengincar kemenangan pertama mereka di babak gugur turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow