BMKG Jabar Pastikan Kekeringan Parah Landa Garut Hari Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat memastikan wilayah Kabupaten Garut masuk dalam klaster kekeringan ekstrem pada Selasa, 14 Juli 2026. Kondisi cuaca Garut hari ini dipicu oleh meluasnya dampak kemarau yang membuat pasokan air menurun drastis.
Berdasarkan hasil pemantauan berkala info bmkg jabar hari ini, penurunan curah hujan di Jawa Barat telah terjadi sejak awal bulan. Fenomena ini menyebabkan mayoritas wilayah mengalami Hari Tanpa Hujan atau HTH dengan durasi yang bervariasi.
Prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Diana Hertanti, menjelaskan bahwa penurunan curah hujan ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global. Kendati demikian, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan lokal dalam skala kecil.
"Curah hujan di Jawa Barat memang cenderung menurun drastis. Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal, terutama pada sore hingga malam hari di sebagian wilayah akibat aktifnya gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial di pertengahan pekan, suhu muka laut yang relatif hangat, serta indeks liabilitas atmosfer yang bervariasi," ujar Diana.
Peta Sebaran Daerah Kekeringan Parah di Jawa Barat
Data terbaru dari BMKG Jawa Barat menunjukkan persentase wilayah yang terdampak kemarau kian meluas. Sebagian besar daerah kini dikategorikan berada dalam fase HTH menengah hingga sangat panjang.
Statistik Wilayah Terdampak Hari Tanpa Hujan
Distribusi wilayah berdasarkan durasi absennya hujan di Jawa Barat terbagi menjadi beberapa klaster utama. Berikut adalah rincian persentase wilayah terdampak:
- Sebanyak 56% wilayah Jawa Barat resmi mengalami HTH kategori menengah dengan durasi 1 hingga 20 hari.
- Sebanyak 18% daerah mengalami kekeringan panjang dengan durasi HTH berkisar antara 21 hingga 30 hari.
- Sebanyak 12% daerah telah memasuki fase kekeringan sangat panjang dengan durasi HTH mencapai 31 hingga 60 hari.
Kawasan Losari di Kabupaten Cirebon memecahkan rekor kekeringan terpanjang di awal bulan Juli 2026 ini. Wilayah tersebut tercatat mengalami absen hujan selama 48 hari berturut-turut.
Daftar Klaster Kekeringan Ekstrem
Kabupaten Garut menjadi salah satu titik nadi ekonomi dan pertanian yang masuk dalam fase kekeringan sangat panjang. Wilayah terdampak tersebar bersama beberapa kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
| No. | Nama Wilayah / Kabupaten | Sektor Terdampak Spesifik |
|---|---|---|
| 1 | Bekasi | Bagian barat |
| 2 | Karawang | Bagian tengah |
| 3 | Purwakarta | Bagian utara |
| 4 | Subang | Beberapa lokasi |
| 5 | Indramayu | Beberapa lokasi |
| 6 | Majalengka | Beberapa lokasi |
| 7 | Sumedang | Beberapa lokasi |
| 8 | Garut | Beberapa lokasi |
| 9 | Kabupaten Bandung | Beberapa lokasi |
| 10 | Cianjur | Beberapa lokasi |
| 11 | Sukabumi | Beberapa lokasi |
Sementara itu, untuk kategori kekeringan panjang (HTH 21-30 hari) melanda wilayah perbatasan Bekasi dan Karawang bagian utara, timur laut Subang, utara Purwakarta, selatan Cianjur, selatan Kabupaten Bandung, selatan Majalengka, hingga Kuningan.
Proyeksi Curah Hujan dan Cuaca Buruk Garut Kota Dampak Kesehatan
BMKG memproyeksikan seluruh teritorial Jawa Barat akan mengalami hujan kategori sangat rendah pada dasarian kedua Juli 2026. Volume curah hujan diperkirakan hanya berkisar antara 0 hingga 50 milimeter saja.
Mayoritas wilayah di Jawa Barat diprediksi hanya mendapat pasokan air tipis antara 10 hingga 20 milimeter. Sektor yang mendapatkan volume agak tinggi sekitar 20 sampai 50 milimeter hanya sebagian kecil Bogor, Cianjur, dan sektor selatan Purwakarta.
Kondisi kering ini memicu kekhawatiran terkait cuaca buruk garut kota dampak kesehatan bagi masyarakat setempat. Penurunan kualitas udara atau kondisi cuaca ekstrem di Garut Kota dapat langsung memicu efek kesehatan bagi kelompok sensitif, serta menyebabkan kesulitan bernapas dan iritasi tenggorokan pada orang sehat.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Garut Kota diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pembatasan aktivitas fisik yang berat di udara terbuka juga disarankan demi menjaga kondisi pernapasan tetap optimal.
Bagi sektor kemaritiman, prakiraan cuaca untuk Perairan Garut dan Pelabuhan Perikanan Pantai Cilauteureun Garut dinyatakan berlaku mulai hari ini. Periode validitas cuaca maritim tersebut berjalan mulai tanggal 14 Juli 2026 pukul 00.00 sampai dengan 17 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow