BMKG Memprediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis (20/8/2026). Meskipun demikian, kondisi cuaca di mayoritas wilayah secara umum masih didominasi status cerah berawan hingga berawan tebal.

Sejumlah wilayah yang berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Papua, Papua Pegunungan, Aceh, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Sulawesi Selatan. Sebaliknya, wilayah ibu kota Jakarta dan sekitarnya diperkirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, dengan potensi hujan ringan secara sporadis.

Pihak BMKG menyampaikan gambaran mengenai tingkat ketersediaan curah hujan di wilayah Indonesia untuk beberapa dasarian mendatang.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian ke depan," ungkap BMKG di laman resminya pada Senin (17/8/2026).

Lembaga tersebut turut menjelaskan keterkaitan antara suplai uap air dengan fenomena iklim global yang sedang berlangsung saat ini.

"Meskipun demikian, pengaruh kedua fenomena tersebut tidak berlangsung seragam di seluruh wilayah, karena dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat memberikan dukungan terhadap pembentukan awan hujan," tambah BMKG.

Selain dinamika atmosfer regional, BMKG memantau adanya pergerakan gelombang atmosfer serta pola konvergensi angin yang dipicu oleh bibit siklon tropis 95W di sekitar pesisir timur Pulau Hainan, China.

"Aktivitas gelombang tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, terutama pada wilayah yang didukung oleh konvergensi angin, kelembapan, dan labilitas atmosfer lokal," kata BMKG.

Dari Jakarta, Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah memberikan pembaruan mengenai prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian barat.

“Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Bengkulu, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor,” ujar Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah dalam siaran yangikuti dari Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Mengenai presipitasi yang sempat mengguyur kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (19/8/2026), Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengonfirmasi fenomena tersebut murni akibat kondisi alami.

"Melainkan merupakan proses alami atmosfer dan sudah sesuai prediksi yang dikeluarkan sebelumnya oleh BMKG. Kondisi udara yang cukup lembap, adanya pertemuan dan perubahan arah angin, serta interaksi antara massa udara kering dan udara lembap di sekitar Jabodetabek mendukung terbentuknya awan hujan," jelas Andri kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Andri memproyeksikan tren intensitas hujan di wilayah Jabodetabek untuk beberapa hari ke depan.

"Dalam 1-2 hari ke depan, potensi hujan diprakirakan berangsur menurun, meskipun hujan ringan masih dapat terjadi secara lokal. Memasuki 22-25 Agustus, cuaca Jakarta kembali didominasi cerah berawan," tambah Andri.

Mengenai sifat curah hujan di tengah periode musim kering, Andri memberikan konfirmasi tambahan.

"Betul (masih akan sporadis). Karena saat ini masih pada periode musim kemarau," ujarnya.

Terkait potensi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah ibu kota, Andri menjelaskan langkah operasional yang disiapkan.

"Ke depan OMC akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan urgensi dan kondisi atmosfer," kata Andri.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed