BMKG Minta Aceh Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Smallest Font
Largest Font

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Aceh untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang yang dipicu oleh dinamika atmosfer serta terbentuknya daerah konvergensi.

Prakirawan BMKG Aceh, Dedi Ardana, menyampaikan kondisi parameter cuaca untuk kawasan tengah Aceh dalam siaran Info Cuaca bersama Pro 1 RRI Takengon pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

"Suhu udara di wilayah tengah Aceh diperkirakan berada pada kisaran 17 hingga 29 derajat Celsius, dengan kelembapan udara sekitar 60 hingga 95 persen," kata Dedi Ardana, Prakirawan Cuaca BMKG Aceh.

Dedi menambahkan bahwa pergerakan angin berembus dari arah tenggara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 10 kilometer per jam. Berdasarkan pemantauan BMKG, tidak terdeteksi adanya titik panas di seluruh wilayah Aceh.

Prakirawan BMKG Malikussaleh, Hesty, menjelaskan bahwa terbentuknya daerah belokan angin dan konvergensi di kawasan Aceh terpantau melalui data Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Kondisi ini diperkuat oleh hangatnya suhu permukaan laut di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra yang meningkatkan penguapan uap air.

"Suhu muka laut yang hangat di Samudera Hindia barat Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan, sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. Beberapa kondisi tersebut, dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," kata Hesty, Prakirawan BMKG Malikussaleh.

Selain peningkatan potensi hujan, Hesty mengingatkan warga agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak yang disertai angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intensif pada siang hari.

"Waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari, hal ini disebabkan pemanasan intens pada siang hari," kata Hesty.

BMKG mencatat daerah perlambatan angin (konvergensi) terbentuk di perairan barat Aceh, perairan barat Sumatra Barat hingga Sumatra Utara, Sulawesi Tenggara, Laut Timur, serta membentang dari Papua Nugini hingga Papua. Daerah pertemuan angin (konfluensi) juga terdeteksi di Laut Andaman, Laut China Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Maluku, Laut Halmahera, dan Laut Arafuru.

Untuk wilayah utara dan timur Aceh, BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh memprakirakan cuaca di Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa bervariasi antara berawan hingga hujan ringan hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Suhu di Bener Meriah diprediksi berkisar 16–28 derajat Celsius, sedangkan wilayah lainnya berkisar 24–34 derajat Celsius.

Berbeda dari gambaran provinsi secara umum, Kota Banda Aceh diprakirakan mengalami cuaca relatif cerah hingga berawan dengan suhu berkisar antara 27 hingga 33 derajat Celsius dan kecepatan angin 8 hingga 21 kilometer per jam. BMKG meminta warga yang melakukan perjalanan antarkabupaten untuk tetap memantau pembaruan informasi cuaca resmi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed