BMKG Prakirakan Cuaca Yogyakarta Berawan dan Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dominan berawan pada Selasa, 30 Juni 2026. Meski kondisi langit cenderung tenang, warga dan nelayan diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan.
Suhu udara di wilayah Yogyakarta diprakirakan berada pada kisaran 24 derajat Celsius hingga 31 derajat Celsius. Suhu terendah akan terasa pada malam hingga dini hari, sementara suhu tertinggi mencapai 31 derajat Celsius pada siang hari.
Kelembapan udara di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar antara 59 persen hingga 89 persen sepanjang hari. Namun, tingkat kelembapan tertinggi diprakirakan dapat menyentuh angka 95 persen, khususnya di wilayah Kabupaten Bantul.
Masyarakat di Yogyakarta kini mulai merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini dipicu oleh fenomena bediding yang umum terjadi saat wilayah setempat memasuki musim kemarau.
Fenomena bediding lazim terjadi pada periode Juni hingga Agustus dan terkadang dapat berlanjut hingga September jika angin timuran masih mendominasi. Berdasarkan arsip klimatologi, Juli hingga Agustus menjadi puncak periode dengan suhu minimum relatif rendah.
Selama fenomena bediding ini berlangsung, suhu udara minimum di dataran tinggi dapat merosot tajam. Suhu terendah bisa mencapai belasan derajat Celsius hingga sekitar 20 derajat Celsius, terutama di kawasan lereng Gunung Merapi dan perbukitan Gunungkidul.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Di samping suhu udara yang dingin, ancaman keselamatan justru datang dari wilayah pesisir. Pihak stasiun meteorologi setempat telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang masuk dalam kategori tinggi, di kawasan Samudra Hindia selatan DIY. Sementara itu, gelombang di perairan selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul masuk kategori sedang.
Kondisi gelombang tinggi ini dipicu oleh pola pergerakan angin selatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Angin bertiup dominan dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan yang cukup tinggi, berkisar antara 10 hingga 25 knot.
Data Prakiraan Cuaca dan Parameter Udara DIY
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi cuaca di berbagai titik, berikut adalah detail parameter cuaca, suhu, serta kelembapan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan pada malam hari dan para nelayan di pesisir selatan, diimbau untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam terkini demi menjaga keselamatan.
| Parameter Cuaca | Nilai Rendah / Minimum | Nilai Tinggi / Maksimum |
|---|---|---|
| Suhu Udara Umum DIY | 24°C | 31°C |
| Suhu Dataran Tinggi (Bediding) | Belasan derajat Celsius | 20°C |
| Kelembapan Udara Umum DIY | 59% | 89% |
| Kelembapan Udara Kabupaten Bantul | – | 95% |
| Kecepatan Angin Selatan DIY | 10 knot | 25 knot |
| Tinggi Gelombang Samudra Hindia | 2,5 meter | 4 meter |
Secara nasional, kondisi cuaca berawan tidak hanya terjadi di Yogyakarta. Beberapa kota besar lain di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bandung juga diprakirakan mengalami kondisi langit berawan tanpa potensi hujan lebat.
Petugas stasiun meteorologi mengimbau para nelayan di pesisir selatan Yogyakarta untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang di tengah laut memburuk demi menghindari kecelakaan laut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow