BMW Pangkas 8.000 Pekerja Efek Tekanan Otomotif China

Smallest Font
Largest Font

Produsen mobil asal Jerman, BMW, merencanakan pemangkasan hingga 8.000 tenaga kerja di Jerman melalui program pengunduran diri sukarela yang disepakati bersama dewan pekerja. Langkah efisiensi efisiensi ini menyasar divisi administrasi serta pengembangan guna menekan biaya operasional di tengah merosotnya penjualan di China dan ketidakpastian pasar global.

Juru bicara BMW menyampaikan bahwa efisiensi dilakukan untuk merespons perubahan operasional perusahaan. Keputusan tersebut diambil setelah Milan Nedeljković resmi menjabat sebagai CEO baru pada Mei lalu.

"Grup BMW secara proaktif membentuk perubahan mendalam yang terjadi di lingkungan operasionalnya. Ini mencakup transformasi teknologi industri otomotif, ketidakpastian geopolitik, kondisi pasar yang berubah, serta perkembangan di China," kata juru bicara BMW.

Pengurangan karyawan ini menargetkan sekitar lima persen dari total 160.000 pekerja BMW di seluruh dunia, tanpa menyentuh bagian produksi perakitan. Lewat skema pesangon sukarela yang mulai berjalan pada Oktober 2026 hingga akhir 2027, BMW membidik penghematan biaya tahunan sekitar 1 miliar euro mulai tahun 2028.

Direksi dan perwakilan buruh menegaskan langkah mitigasi ini diambil demi menjaga daya saing pabrikan di tanah airnya. Negosiasi intensif selama enam minggu mendasari kesepakatan skema pengunduran diri tersebut.

"Perusahaan merespons pasar yang merosot di China sekaligus bekerja untuk memperkuat daya saing lokasi-lokasinya di Jerman," kata Horst Ott, pejabat serikat buruh Jerman IG Metall sekaligus anggota dewan BMW.

Penjualan BMW di China tercatat terus menurun dari puncaknya hampir 850.000 unit pada 2021 menjadi 626.000 unit pada tahun lalu, serta hanya mencapai 260.000 unit pada paruh pertama tahun ini. Kondisi ini memaksa BMW memangkas proyeksi margin laba tahunan dari sebelumnya mencapai 10 persen pada 2023 menjadi hanya 1 hingga 3 persen.

Selain ketatnya persaingan harga dari produsen mobil listrik lokal China, tekanan industri otomotif Eropa juga dipicu oleh kebijakan tarif Amerika Serikat serta biaya transisi kendaraan listrik. Langkah efisiensi serupa turut dilakukan produsen Jerman lain seperti Volkswagen yang merencanakan pemangkasan hingga 100.000 pekerja serta Porsche yang memangkas 9.000 anggotanya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed