Borneo FC Rombak Skuad dan Jajaki Uji Coba Jelang Super League

Smallest Font
Largest Font

Borneo FC Samarinda merombak susunan tim secara besar-besaran dengan melepaskan 15 pemain dan jajaran pelatih lama demi mempersiapkan diri mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Di bawah kendali pelatih baru asal Portugal, Mauro Jeronimo, tim berjuluk Pesut Etam tersebut langsung memetik kemenangan 1-0 atas Garudayaksa FC dalam pertandingan uji coba pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sore WIB.

Perombakan total dilakukan manajemen klub setelah mengakhiri musim lalu sebagai peringkat kedua. Borneo FC melepas kiper sekaligus kapten tim Nadeo Argawinata ke Persija Jakarta, Mariano Peralta ke Persib Bandung, serta mengakhiri kerja sama dengan Kei Hirose, M. Sihran, Alfharezzi Buffon, dan Daffa Fasya.

Untuk mengisi kekosongan, Borneo FC mempertahankan Caxambu, Juan Villa, serta Marcos Astina, dan mendatangkan kiper Kadu Monteiro. Lini belakang diperkuat Iago Mendonça dan Christian, lini tengah diisi Njabulo Blom dan Gabriel Oliveira, sedangkan barisan penyerang ditambah Rodrigo Varanda, Kablan Davy N'Goma, dan Rubio.

Skuad Borneo FC yang berkekuatan total 37 pemain dan memiliki rata-rata usia 15,6 tahun tersebut disiapkan untuk menghadapi empat kompetisi sekaligus, yaitu Super League 2026/2027, League Cup, ASEAN Cup, dan AFC Challenge League. Pemusatan latihan digelar di Yogyakarta hingga akhir Agustus dengan memboyong 31 pemain.

Gelandang anyar asal Afrika Selatan, Njabulo Blom, mengaku proses adaptasinya berjalan cepat karena pernah bekerja sama dengan pelatih Mauro Jeronimo saat membela klub Vietnam, Nam Dinh.

"Saya mengenal pelatih dengan baik dan tahu apa yang diinginkannya di setiap pertandingan," kata Njabulo Blom, gelandang Borneo FC.

Blom menambahkan bahwa tim juga melakukan kegiatan luar lapangan untuk mempererat hubungan antarpemain.

"Kami telah melakukan kegiatan outbound bersama tim. Jadi ya itu sangat baik untuk membuat kita makin kompak," ujar Njabulo Blom.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk membawa tim meraih hasil maksimal di akhir musim.

"Kami harus mendorong kemampuan diri dan mencoba membantu tim dan menempatkan Borneo FC di akhir musim di posisi yang api," kata Njabulo Blom.

Proses adaptasi juga dijalankan oleh gelandang asal Prancis, Kablan Davy N'Goma, yang sempat berlatih selama 10 hari di Samarinda sebelum bertolak ke Yogyakarta.

"Untuk TC ini, saya hanya ingin bekerja keras dan membangun hubungan dengan rekan-rekan setim saya. Itulah hal yang paling penting. Sisanya akan datang secara alami," kata Kablan Davy N'Goma, pemain Borneo FC.

Ia menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan para pendukung tim.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar atas sambutan dan dukungan mereka. Dan saya akan segera bertemu dengan Anda di stadion saat pertandingan nanti," tutur Kablan Davy N'Goma.

Sementara itu, dari kubu lawan, pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic memberikan evaluasi atas kekalahan 0-1 dari Borneo FC dalam laga persahabatan di sela pemusatan latihan di Solo dan Yogyakarta. Timnya saat itu hanya diperkuat tiga pemain asing, yakni Dominic Holec, Najeb Yakubu, dan Ryo Matsumura.

Milos menjelaskan bahwa perjalanan darat selama dua setengah jam menuju lokasi pertandingan memengaruhi kondisi fisik para pemainnya pada paruh pertama.

"Uji coba yang bagus. Di babak pertama, permainan kami kurang maksimal karena perjalanan yang cukup jauh. Kami menempuh perjalanan dua setengah jam dan harus langsung melakukan pemanasan begitu turun dari bus sehingga para pemain merasa sangat kelelahan," ujar Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC.

Pelatih asal Serbia tersebut menambahkan bahwa kelelahan fisik berdampak langsung pada skema permainan tim di awal laga.

"Jadi, penampilan kami di babak pertama memang kurang oke," kata Milos Joksic.

Garudayaksa FC menunjukkan perbaikan performa pada babak kedua setelah tim pelatih melakukan penyesuaian taktik di ruang ganti.

"Ada sedikit perubahan dan di babak kedua kami bermain jauh lebih baik, meskipun akhirnya kalah 1-0. Kami menciptakan banyak peluang dan penguasaan bola kami juga bagus," kata Milos Joksic.

Meski melihat peningkatan, mantan pelatih Uthai Thani tersebut mencatat masih ada beberapa celah taktis yang perlu dibenahi.

"Ada beberapa situasi, bukan banyak, tapi ada beberapa di mana secara taktis kami harus lebih baik lagi. Namun secara keseluruhan, ini adalah uji coba yang bagus," ujar Milos Joksic.

Ia merasa anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik untuk meraih hasil imbang atau kemenangan.

"Satu-satunya hal yang membuat saya kurang puas adalah hasilnya, karena kami sebenarnya layak mendapatkan hasil lebih baik dari pertandingan ini. Tapi tidak masalah," kata Milos Joksic.

Uji coba ini dimanfaatkan tim pelatih Garudayaksa FC untuk memetakan potensi seluruh anggota skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.

"Laga persahabatan ini saya manfaatkan untuk memantau seluruh pemain dan melihat siapa yang bisa bermain di posisi tertentu," kata Milos Joksic.

Milos optimistis kedalaman skuadnya akan membaik seiring bergabungnya pemain asing baru dan pulihnya pemain yang cedera.

"Kami memang memiliki kendala di beberapa posisi, namun tak lama lagi pemain asing baru akan bergabung dan pemain yang sempat cedera akan kembali bermain," kata Milos Joksic.

Ia menyimpulkan bahwa kondisi tim saat ini berada dalam jalur yang positif.

"Saya yakin tim kami akan menjadi kuat. Untuk saat ini, performa kami tidaklah buruk," kata Milos Joksic.

Di laga pembuka Super League 2026/2027, Borneo FC dijadwalkan menjamu Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda. Berdasarkan catatan enam pertemuan terakhir di kompetisi resmi, Pesut Etam mengantongi empat kemenangan dan dua hasil imbang atas Macan Kemayoran, termasuk hasil skor 2-2 pada pertemuan terakhir di bulan Maret 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed