Budapest Siapkan Puskas Arena Jelang Final Liga Champions 2026
Kota Budapest bersiap menyelenggarakan pertandingan final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan Paris Saint-Germain di Puskas Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Stadion berkapasitas 67.155 kursi di distrik Zuglo ini menjadi simbol modernisasi infrastruktur sepak bola Hungaria yang dibangun besar-besaran sejak tahun 2010 di bawah pemerintahan Viktor Orban.
Menjelang laga puncak tersebut, atmosfer sepak bola telah terasa di ibu kota Hungaria dengan berkumpulnya kelompok suporter dari berbagai belahan dunia dalam festival fans di Heroes' Square sejak Kamis.
Jurnalis NB1.hu, Tamas Gaal menilai investasi besar di era Orban telah berhasil meningkatkan kualitas liga, infrastruktur, hingga performa tim nasional Hungaria.
"Football has always been one of Orban’s biggest personal topics," kata Tamas Gaal, jurnalis NB1.hu.
Gaal menambahkan bahwa kemenangan besar Orban dalam pemilu 2010 membuat sistem pembangunan yang ia rancang berjalan tanpa hambatan berarti.
"In 2010 he won the elections by such a huge margin that there was basically no meaningful resistance to the system he was building," ujar Tamas Gaal, jurnalis NB1.hu.
Terkait fasilitas di Puskas Arena, Gaal menceritakan pengalaman positifnya saat meliput maupun menonton langsung di stadion megah tersebut.
"All my experiences there are great, as a journalist or as a fan,” kata Tamas Gaal, jurnalis NB1.hu.
Ia meyakini bahwa infrastruktur kota Budapest dan Puskas Arena sangat memenuhi standar tinggi untuk menggelar laga final kompetisi antarklub tertinggi di Eropa.
"Budapest and the Puskas Arena definitely match the standards of a Champions League final," tutur Tamas Gaal, jurnalis NB1.hu.
Gaal juga menjamin bahwa para suporter yang datang dari berbagai negara akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa selama berada di sana.
"The visiting fans will have a great experience." kata Tamas Gaal, jurnalis NB1.hu.
Di sisi lain, seorang informan internal sepak bola Hungaria yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan adanya motif politik di balik keputusan Orban memajukan sepak bola negara tersebut.
"He figured that supporting football would bring more political gains than losses," kata informan internal sepak bola Hungaria.
Menurutnya, para suporter cenderung menutup mata terhadap penggunaan miliaran dana publik untuk fasilitas klub karena merasa terpuaskan oleh pembangunan tersebut.
"Football fans, having been appeased, turned a blind eye to the billions in public funds spent on their clubs and facilities." ujar informan internal sepak bola Hungaria.
Meskipun mengakui dampak positif pembangunan, ia memberikan kritik tajam terhadap akademi Puskas Akademia di Felcsut yang dinilai kurang sukses melahirkan pemain lokal berbakat.
"Judging by the money spent, it hasn’t been a success story," tutur informan internal sepak bola Hungaria.
Ia menyoroti ketergantungan akademi tersebut pada pesepak bola asing serta minimnya pemain top Hungaria yang dihasilkan.
"It produced relatively few top-level Hungarian players and relied heavily on foreign footballers." kata informan internal sepak bola Hungaria.
Namun, untuk proyek spesifik Puskas Arena, sang informan sepakat bahwa stadion nasional tersebut merupakan fasilitas yang memang sangat dibutuhkan oleh Hungaria.
"Hungary needed a facility like this," ujar informan internal sepak bola Hungaria.
Ia menjelaskan bahwa stadion selalu penuh saat tim nasional bertanding atau ketika menggelar ajang internasional besar.
"The arena is full for national team matches and major international events." tutur informan internal sepak bola Hungaria.
Menutup opininya, ia memuji letak geografis ibu kota Hungaria yang dinilai sangat menguntungkan bagi para pelancong.
"Budapest is one of the most geographically fortunate capitals in Europe," kata informan internal sepak bola Hungaria.
Ia meyakini para pengunjung yang datang untuk final Liga Champions akan menikmati waktu mereka di kota tersebut.
"Visitors will have a great time here." ujar informan internal sepak bola Hungaria.
Puskas Arena sendiri dibangun mulai tahun 2017 di bekas lahan Népstadion dan diresmikan pada 15 November 2019 dalam laga Hungaria melawan Uruguay.
Stadion ini memiliki arsitektur monumental dengan 38 pilon setinggi 40 meter, sistem pembayaran nontunai, serta dilengkapi dengan Puskas Museum.
Sementara itu, Arsenal telah mengumumkan bahwa tiket acara nonton bareng (screening) resmi di Emirates Stadium London untuk laga ini telah habis terjual.
Pihak Arsenal mengimbau suporter tanpa tiket untuk tidak berkumpul di sekitar Emirates Stadium demi kelancaran persiapan parade juara yang dijadwalkan pada Minggu, 31 Mei 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow