SC Freiburg Tundukkan Motherwell 3 1 di Liga Konferensi Eropa
SC Freiburg memetik kemenangan 3-1 atas tuan rumah Motherwell pada laga leg pertama babak kualifikasi Liga Konferensi Eropa di Stadion Fir Park. Hasil positif ini memperbesar peluang klub Jerman tersebut untuk melangkah ke fase liga. Tuan rumah unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit melalui gol Regan Charles-Cook yang memanfaatkan umpan Emmanuel Longelo.
Namun, Matthias Ginter menyamakan kedudukan lewat sundulan meneruskan umpan bebas Derry Scherhant sebelum membawa Freiburg berbalik unggul lewat eksekusi penalti pada menit ke-60. Pelanggaran Martin Moormann terhadap Yannick Engelhardt di dalam kotak terlarang berbuah kartu merah usai peninjauan VAR. Menjelang laga usai, pemain pengganti Keisuke Goto mengunci kemenangan Freiburg lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Vincenzo Grifo, sementara Mio Backhaus hanya menghadapi satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Manajer Motherwell Alfred Johansson mengutarakan pandangannya usai pertandingan mengenai performa timnya.
"Ini adalah campuran antara rasa kecewa dan bangga," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Ia menilai para pemainnya mampu menunjukkan keberanian dan kualitas permainan yang diharapkan di awal laga.
"Saya pikir kita berbicara sebelum pertandingan bahwa kita ingin melihat tim dengan mentalitas kuat tertentu, keberanian tertentu untuk memainkan permainan kita, dan saya pikir kita melihatnya hari ini," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Ia juga memuji efektivitas lini serang timnya pada awal pertandingan.
"Saya pikir awal babak pertama sangat cemerlang," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Johansson mengakui adanya penurunan performa yang sempat terjadi di pertengahan babak pertama. "Kemudian kita mengalami periode di mana kita sedikit terlalu protektif, yang kemudian berakhir dengan kita benar-benar membalikkan keadaan lagi untuk akhir babak pertama, yang saya pikir sangat mengesankan dari para pemain," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell.
Ia menambahkan bahwa timnya memulai babak kedua dengan cukup baik sebelum situasi memburuk.
"Saya pikir awal babak kedua bagus," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Johansson mengungkapkan dinamika pertandingan yang akhirnya merugikan Motherwell. "Kemudian jelas beberapa hal terjadi sepanjang pertandingan, yang membuat hasilnya tidak begitu baik bagi kita," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell.
Ia menyampaikan sumber utama kekecewaan yang dirasakannya setelah peluit panjang dibunyikan.
"Dari situlah kekecewaan itu muncul, tentunya," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Namun, Johansson meyakini bahwa rasa bangga akan lebih mendominasi ketika ia meninjau ulang rekaman laga.
"Saya pikir ini saya yang berbicara kepada Anda sekarang tepat setelah pertandingan, dan saya cukup yakin bahwa ketika saya menonton kembali pertandingan ini, rasa bangga akan mengambil alih," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Mengenai insiden penalti dan kartu merah, Johansson memberikan tanggapannya atas keputusan wasit dan VAR.
"Martin Moormann menyentuh penyerang, dan dia terjatuh," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Ia menjelaskan proses penentuan hukuman yang diterima timnya. "Wasit menilai itu sebagai penalti, dan kemudian VAR campur tangan, mengatakan bahwa mereka percaya dia harus melihatnya kembali, bahwa itu bisa jadi kartu merah, dan itulah yang terjadi," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell.
Johansson juga memuji kualitas gol awal timnya di laga level tinggi tersebut.
"Itulah yang mungkin dilakukan dengan para pemain ini, karena gol itu adalah gol tingkat yang sangat tinggi. Level tinggi, sangat level tinggi," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Ia menilai penampilan anak asuhnya menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi klub top Eropa. "Saya pikir kita menunjukkan momen-momen lain selama pertandingan ini dengan level yang sangat tinggi, kualitas yang sangat tinggi, dan para pemain, maksud saya, banyak dari mereka belum pernah bermain melawan tim seperti ini di pertandingan kompetitif seperti itu sebelumnya," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell.
Johansson menegaskan bahwa potensi timnya terlihat jelas meski harus menerima kekalahan.
"Dan kita belajar begitu banyak karena kita memahami bahwa, oke, kita sebenarnya bisa bermain sangat, sangat baik melawan lawan seperti ini, dan saya pikir sangat bagus melihat bagaimana beberapa pemain, seberapa tinggi level kinerja mereka, dan saya sangat bangga akan hal itu," kata Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Ia menutup evaluasinya dengan menyoroti kelalaian lini pertahanan saat mengantisipasi bola mati.
"Dan kemudian kita juga belajar dengan cara yang keras beberapa hal, bukan? Jadi jika Anda tidak tepat dalam situasi bola mati bertahan seperti kita hari ini, maka Anda dihukum begitu keras di level ini," ujar Alfred Johansson, Manajer Motherwell. Di tempat lain pada kualifikasi kualifikasi kompetisi Eropa, Hibs gagal memanfaatkan peluang penalti saat menghadapi Gent akibat eksekusi Owen Elding yang digagalkan kiper. Sementara itu, Rapid Wien siap menghadapi Hearts setelah menggilas Grazer AK 8-0 di liga domestik, dan manajer Rangers Derek McInnes menyatakan kepuasannya terhadap adaptasi penyerang Lawrence Shankland yang baru mencetak satu gol dari lima laga.
"Ketika Anda memiliki pemain seperti Lawrence, yang tahu jalannya di sekitar kotak penalti dan cara mencetak gol, saya tidak terlalu mengkhawatirkannya," kata Derek McInnes, Manajer Rangers. McInnes menambahkan pentingnya membiarkan Shankland mengalir dengan gaya bermain alaminya. "Bagi saya, ini adalah kasus membiarkannya memainkan permainan alaminya," ujar Derek McInnes, Manajer Rangers.
Ia optimistis insting mencetak gol Shankland akan membawa dampak besar bagi Rangers.
"Penyerang terbaik memiliki sisi naluriah dalam permainan mereka, di mana segalanya terlihat alami dan lancar. Saya tidak meragukan dia akan sukses di sini," kata Derek McInnes, Manajer Rangers. Manajer Hearts Vrancken juga memberikan komentar mengenai gaya permainan Rapid Wien menjelang laga mereka. "Ketika Anda membandingkan mereka dengan Sturm Graz, maka mereka juga ingin melakukan tekanan tinggi, mereka memiliki gaya tekanan yang kuat," ujar Vrancken, Manajer Hearts.
Ia membeberkan perbedaan pendekatan taktik Rapid Wien ketimbang lawan mereka sebelumnya.
"Sturm lebih langsung dan bermain dari bola kedua, berjuang untuk bola-bola itu," kata Vrancken, Manajer Hearts. Vrancken menyimpulkan bahwa Rapid Wien memiliki kualitas kombinasi permainan yang sangat solid.
"Rapid memiliki fisik, tetapi mereka juga memiliki kualitas untuk bermain. Saya pikir saat menguasai bola mereka lebih baik, atau berbeda, katakanlah, lebih baik dalam kombinasi. Selalu ketika Anda bermain di Eropa, terutama ketika Anda berada di sisi non-unggulan, Anda selalu menarik tim-tim bagus, jadi kita harus berada di level teratas," ujar Vrancken, Manajer Hearts. SC Freiburg dijadwalkan menghadapi Fortuna Düsseldorf pada putaran pertama DFB-Pokal sebelum menjamu Motherwell pada laga leg kedua pekan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow