Kenali 4 Gejala Awal Kerusakan Ginjal Akibat Diabetes dan Hipertensi

Smallest Font
Largest Font

Penyakit ginjal kronis sering kali dijuluki sebagai pembunuh senyap karena kerusakannya kerap datang tanpa peringatan medis yang dramatis, khususnya bagi penderita diabetes dan hipertensi.

Banyak pasien mengabaikan kondisi ini akibat tidak merasakan nyeri. Padahal, kadar gula darah dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol perlahan mengikis saringan halus di dalam ginjal.

Data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa diabetes dan hipertensi menjadi penyebab utama kasus gagal ginjal di seluruh dunia.

"Masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi siapa pun yang menderita salah satu penyakit ini untuk memantau diri mereka sendiri," kata Dr Reetesh Sharma, Jumat (19/06/2026).

4 Gejala Awal Kerusakan Ginjal yang Sering Diabaikan

Dr Reetesh Sharma selaku Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal dari Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India, membagikan sejumlah tanda bahaya dari tubuh yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat.

No Gejala Awal Penyebab Utama / Kondisi Organ
1 Kaki dan Wajah Bengkak Ginjal tidak efektif membuang cairan berlebih
2 Urine Berbusa / Sering Kencing Malam Kebocoran protein (albumin) pada saringan ginjal
3 Kelelahahan Ekstrem dan Lesu Tumpukan racun dalam darah akibat gagal filter
4 Kulit Kering dan Gatal Hebat Ketidakseimbangan kadar mineral dan nutrisi darah

Kondisi pembengkakan pada pergelangan kaki atau kantung mata sering kali dikira akibat efek penuaan, kelelahan, atau konsumsi garam. Nyatanya, hal itu menandakan ginjal mulai kewalahan membuang cairan.

"Ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh," kata Dr Sharma, Jumat (19/06/2026).

Tanda berikutnya adalah urine berbusa pekat yang mengindikasikan adanya kebocoran protein albumin. Pasien juga biasanya lebih sering terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil.

Selain itu, penurunan fungsi ginjal drastis membuat organ gagal menyaring limbah berbahaya. Akibatnya, penderita akan mengalami kelelahan ekstrem yang tidak membaik meskipun sudah beristirahat cukup.

"Mereka yang memiliki masalah ginjal akan sering merasa lelah dan lesu, dan mungkin juga mengalami penurunan nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja," kata Dr Sharma, Jumat (19/06/2026).

Gejala terakhir melibatkan kesehatan kulit yang mendadak bersisik, kering, dan gatal hebat karena ginjal kehilangan kemampuan mengatur keseimbangan kadar mineral dan nutrisi penting di dalam darah.

Bagi penderita diabetes dan hipertensi, pemeriksaan dini melalui tes darah untuk melihat laju filtrasi GFR (Glomerular Filtration Rate) serta tes protein urine sangat disarankan sebelum kerusakan memasuki stadium akhir.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed