Gempa Kembar Guncang Venezuela Robohkan Bangunan di Caracas

Smallest Font
Largest Font

Dua gempa bumi kuat yang terjadi berurutan mengguncang wilayah dekat pesisir utara Venezuela pada Rabu malam, 24 Juni 2026, hingga merobohkan rumah serta bangunan di ibu kota Caracas. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat getaran pertama bermagnitudo 7,2 disusul gempa kedua bermagnitudo 7,5 dalam waktu selisih 40 detik.

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez langsung menetapkan status darurat nasional setelah bencana alam tersebut memicu kerusakan infrastruktur yang masif. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan solidaritas dengan mengirimkan tim penyelamat serta bantuan kemanusiaan ke negara Amerika Selatan tersebut.

Pusat gempa pertama berada di barat komunitas Moron di sepanjang pantai Karibia, sekitar 168 kilometer barat Caracas dengan kedalaman 22 kilometer. Sementara gempa kedua berpusat 23 kilometer tenggara Yumare di negara bagian Yaracuy, yang juga dirasakan hingga wilayah Kolombia.

Pemerintah belum merilis jumlah resmi korban jiwa, namun konfirmasi mengenai adanya kematian telah disampaikan oleh otoritas setempat. Selain merobohkan gedung, dampak gempa memaksa penutupan Bandara Simon Bolivar di Maiquetia akibat kerusakan struktur.

Krisis informasi sempat terjadi menyusul pemblokiran ratusan situs berita dan media sosial di Venezuela oleh rezim sebelumnya. Namun, Rodriguez belakangan mulai melonggarkan pembatasan tersebut secara bertahap demi mempermudah akses informasi darurat.

Dalam pidato nasional di televisi pemerintah, Rodriguez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang terdengar sangat terpukul. Langkah penanganan darurat kini difokuskan pada pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan kota.

Mantan Presiden Nicolas Maduro yang saat ini berada dalam tahanan federal di New York, Amerika Serikat, turut menyampaikan pesan melalui saluran Telegram resminya terkait situasi kritis di tanah airnya.

"Let no one be left alone, let each community take care of their children, their grandparents, their sick," kata Maduro dalam unggahan Telegram tersebut.

Ia meminta masyarakat untuk tetap bersatu menghadapi cobaan berat ini dan mendukung penuh tim medis yang bekerja di lapangan.

"Venezuela has faced great trials, and we will come out of this one strong too, with faith, discipline, and solidarity," lanjut Maduro.

Di Washington, perwakilan pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmen bantuan untuk mempercepat proses evakuasi korban gempa.

"The U.S. will be sending search and rescue teams, medical and humanitarian supplies and other resources in the crucial first days after this tragic natural disaster," kata Under Secretary of State for Foreign Assistance Jeremy Lewin.

Dukungan moral juga mengalir dari pejabat tinggi diplomatik Amerika Serikat melalui pernyataan tertulis resmi.

"The US stands with the Venezuelan people in the aftermath of this evening’s devastating earthquakes," tulis US Deputy Secretary of State Christopher Landau di platform X.

Ia mendoakan kekuatan bagi warga Venezuela yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana.

"May God bless our Venezuelan friends at this difficult moment," kata Landau menambahkan kalimat penguat bagi warga lokal.

Kepanikan warga terekam di berbagai sudut kota, termasuk di sebuah stadion bisbol tempat penonton dan pemain berhamburan menyelamatkan diri saat tanah berguncang keras.

Seorang warga distrik Los Palos Grandes bernama Manuel Guevara Baro menceritakan kengerian saat apartemennya di lantai sembilan bergoyang hebat hingga ia tidak mampu berjalan.

"I could not even walk because of the intensity of the movement," kata Guevara Baro kepada CNN.

Ia menambahkan kondisi lorong apartemennya menjadi sangat gelap akibat pemadaman listrik dan pipa air yang pecah sebelum akhirnya berhasil keluar gedung.

"It was truly horrible, terrifying," kata Guevara Baro menggambarkan dua bangunan di lingkungannya yang runtuh.

Kesaksian serupa disampaikan warga Caracas lainnya, Hector Ricci, yang merasakan getaran gempa yang awalnya perlahan lalu membesar.

"It started off gently and then gradually grew, and in the end, we all had to leave our houses, go outside and gather together," ujar Ricci kepada The Associated Press.

Warga lain bernama Roberto Damas menggambarkan dahsyatnya guncangan horizontal yang menggeser perabotan di tempat tinggalnya.

"The building really shook from side to side. Unreal. The force was incredibly strong," kata Damas.

Ia bersyukur keluarganya bisa keluar dengan selamat meskipun seisi apartemennya berantakan akibat guncangan tersebut.

"We were walking and it was tossing us around. Everything in the apartment fell. Thank God we were able to get out," pungkas Damas.

Tokoh oposisi Edmundo Gonzalez yang berada di pengasingan turut mengecam pemblokiran informasi sistematis yang sempat menyulitkan komunikasi warga di luar negeri.

"Venezuelans from outside cannot" kata Gonzalez menyesalkan kendala akses komunikasi tersebut.

Pihak berwenang bersama tim ahli seismologi terus memantau potensi bahaya sekunder seperti kebakaran akibat kebocoran pipa gas dan kerusakan jaringan listrik di wilayah padat penduduk.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed