Harga Karet SGX Sicom Turun Tipis ke Rp37.422 per Kilogram Pagi Ini
Harga karet hari ini di bursa berjangka internasional ditutup melemah tipis pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 3 Juli 2026. Data terbaru dari bursa Singapura menunjukkan pergerakan harga komoditas perkebunan ini mulai memasuki fase stabilisasi setelah sempat tertekan cukup dalam pada pekan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan komoditas global, harga karet dunia sgx sicom terbaru untuk kontrak komoditas TSR 20 tercatat bertengger di level 209,4 sen dolar AS per kilogram. Nilai tersebut setara dengan Rp37.422 per kilogram apabila dikonversikan menggunakan acuan kurs Rp17.871 per dolar AS.
Perkembangan harga karet hari ini merupakan kelanjutan dari tren perdagangan hari Kamis kemarin, di mana harga karet harian terpantau mengalami penurunan sebesar Rp32 per kilogram dari harga hari sebelumnya yang mencapai Rp37.454 per kilogram. Secara persentase global, koreksi tersebut setara dengan penurunan sebesar 2,97%.
Meskipun perdagangan pasar global menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir, fluktuasi ini dinilai masih berada dalam batas wajar pergerakan komoditas. Dalam basis bulanan, harga karet dunia memang tercatat mengalami penurunan sebesar 10,70% selama sebulan terakhir. Namun, jika ditarik secara tahunan, nilai perdagangan saat ini sebenarnya masih 26,68% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Sebagai informasi, rekor tertinggi sepanjang masa untuk perdagangan karet berjangka dalam periode jangka panjang (1997 hingga 2026) pernah menyentuh angka 815,00 sen AS per kilogram pada Februari 2025 lalu. Sebaliknya, level paling rendah historis berada di angka 115,00 sen AS per kilogram.
Sekretaris Jenderal APKARINDO (Asosiasi Petani Karet Indonesia) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, memberikan penjelasan mengenai pergerakan indeks harga karet yang terjadi di bursa internasional tersebut.
"Perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, menunjukkan harga karet global kembali terkoreksi, namun hanya dalam kisaran yang sangat tipis. Harga KKK 100% turun Rp32 per kilogram menjadi Rp37.422 per kilogram, menandakan pergerakan pasar mulai stabil setelah gejolak yang terjadi pada akhir Juni."
Penurunan tipis ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha domestik setelah sebelumnya pasar sempat dikagetkan oleh penurunan drastis. Sebagai pembanding, pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga karet dunia berdasarkan data SGX-SICOM TSR 20 bahkan sempat anjlok hingga Rp2.189 per kilogram dalam sehari menuju level 210,8 sen dolar AS per kilogram atau setara Rp37.632 per kilogram dengan asumsi kurs Rp17.852 per dolar AS.
Faktor Penyebab Perubahan Harga Karet Global
Para pelaku industri perkebunan kini tengah menganalisis faktor penyebab harga karet turun di pasar internasional yang terjadi belakangan ini. Sentimen utama yang menekan pasar komoditas berasal dari melemahnya kinerja industri manufaktur dan otomotif di negara konsumen terbesar dunia.
Penurunan Serapan Sektor Otomotif Tiongkok
Tiongkok sebagai salah satu negara konsumen terbesar dilaporkan mengalami penurunan kinerja industri otomotif pada bulan Juni. Penjualan domestik dari produsen mobil listrik terkemuka di Tiongkok merosot hingga 22% secara year-on-year (YoY). Dampak dari lesunya pasar ini membuat Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok memangkas proyeksi penjualan mobil tahun 2026 secara total, dari yang semula diperkirakan hanya turun 1% kini diprediksi anjlok hingga 11%. Penurunan produksi mobil secara langsung mengurangi permintaan ban kendaraan yang menjadi hilir utama serapan karet alam.
Daftar Negara Produsen Utama Dunia
Perubahan harga di bursa berjangka internasional seperti Bursa Osaka, Bursa Singapura (SGX), Bursa Karet Malaysia, dan Bursa Energi Internasional Shanghai ini berdampak langsung pada rantai pasok global. Karet alam dunia sangat bergantung pada produktivitas beberapa negara produsen utama berikut:
- Tiongkok
- Indonesia
- Malaysia
- Thailand
- Papua Nugini
- Filipina
- Singapura
- Sri Lanka
- Vietnam
- Kamboja
- India
Data Perbandingan Harga Karet Berjangka
Berikut adalah perbandingan data harga komoditas karet dunia berdasarkan catatan bursa berjangka internasional dalam beberapa sesi perdagangan terakhir:
| Tanggal Referensi | Harga (Sen AS/Kg) | Nilai Konversi (Rp/Kg) | Perubahan Harian |
|---|---|---|---|
| 26 Juni 2026 | 210,8 | Rp37.632 | Turun Rp2.189 |
| 1 Juli 2026 | – | Rp37.454 | – |
| 2 Juli 2026 | 209,4 | Rp37.422 | Turun Rp32 |
Melihat perkembangan pasar saat ini, prospek bisnis karet alam indonesia ke depan diperkirakan masih memiliki ruang untuk tumbuh secara positif. Lembaga analisis komoditas memproyeksikan harga karet berjangka akan diperdagangkan pada level 217,12 sen AS per kilogram pada akhir kuartal berjalan ini, dan diprediksi dapat merangkak naik mencapai 223,64 sen AS per kilogram dalam jangka waktu 12 bulan mendatang.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Para petani di sentra produksi dalam negeri kini diimbau untuk terus menjaga kualitas karet bokar agar nilai jual di tingkat lokal tetap terjaga secara optimal di tengah fluktuasi bursa internasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow