Harga Kopi Robusta dan Arabika Melemah di Pasar Berjangka Internasional Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga kopi hari ini untuk jenis Arabika dan Robusta kompak mengalami penurunan di bursa berjangka internasional pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Penurunan ini dipicu oleh proyeksi peningkatan pasokan global dari negara produsen utama seperti Brazil yang menekan sentimen pasar komoditas global.

Berdasarkan data perdagangan komoditas dari Barchart, kontrak kopi Arabika untuk pengiriman Juli ditutup melemah sebesar -0,65 poin atau turun sekitar -0,26 persen. Langkah koreksi ini menempatkan harga kopi Arabika berada pada level 243,1700 dolar AS per pon setelah sebelumnya sempat berfluktuasi.

Kondisi serupa juga melanda pasar kopi Robusta pada hari ini. Kontrak kopi Robusta Juli di bursa ICE ditutup merosot sebesar -36 poin atau melemah -1,07 persen, yang membuat komoditas ini diperdagangkan pada level 3.256,0000 dolar AS per ton.

Update harga kopi robusta terbaru 7 Juni 2026 | Kampung Story

Proyeksi Surplus Pasokan Global Tekan Pasar

Penyebab utama pelemahan harga kopi hari ini adalah rilis data terbaru mengenai estimasi produksi pangan global dari USDA Foreign Agricultural Service. Lembaga tersebut memproyeksikan total panen kopi di Brazil untuk periode 2026/2027 akan mencapai rekor tertinggi baru.

Rekor Produksi Brazil 2026

USDA Foreign Agricultural Service memprediksi bahwa total hasil panen dari wilayah Brazil akan menyentuh angka 71,9 juta kantong. Jumlah fantastis tersebut mencerminkan adanya kenaikan sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan basis tahunan atau year-on-year dari periode sebelumnya.

Revisi Estimasi Surplus oleh Rabobank

Sejalan dengan rilis data dari lembaga pemerintah tersebut, institusi keuangan Rabobank juga turut menaikkan angka perkiraan surplus kopi Arabika global untuk periode 2026/2027. Rabobank kini memprediksi surplus komoditas tersebut melonjak menjadi 9,5 juta kantong, naik signifikan dari perkiraan awal mereka yang sebesar 7,0 juta kantong.

Meskipun harga kopi Arabika dan Robusta mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini, posisi harga saat ini dinilai masih jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan gejolak pasar ekstrem yang sempat terjadi pada akhir tahun 2024 lalu.

Sebagai gambaran perbandingan komparatif terhadap pergerakan instrumen ini, berikut adalah tabel riwayat pencapaian harga kontrak berjangka komoditas kopi dari periode sebelumnya:

Tabel Perbandingan Harga Historis Kopi Arabika dan Robusta
Jenis Komoditas KopiHarga Hari Ini (Juni 2026)Harga Puncak (Desember 2024)Harga Periode November 2024
Kopi Arabika (per pon)243,1700 dolar ASHampir 3,50 dolar AS
Kopi Robusta (per ton)3.256,0000 dolar AS5.885 dolar AS

Pada bulan Desember 2024, harga biji kopi Arabika sempat meroket tajam hingga mencapai puncaknya di angka hampir 3,50 dolar AS per pon akibat kekhawatiran pengaruh cuaca pada harga kopi. Angka tersebut merupakan akumulasi kenaikan sebesar 83 persen di sepanjang tahun 2024, sebelum akhirnya berangsur turun ke area 1,55 dolar AS per pon.

Sementara itu, harga biji kopi Robusta pada bulan November 2024 juga sempat mencatatkan lonjakan ekstrim sebesar 73 persen hingga menembus harga 5.885 dolar AS per ton. Kenaikan biaya bahan baku tersebut sempat membebani operasional industri hilir dan bisnis kedai kopi global secara masif.

Kondisi Inventaris dan Perdagangan Komersial

Di sisi lain, laporan internal bursa ICE menunjukkan bahwa inventaris pasokan kopi Arabika yang dipantau secara ketat kini justru menyusut ke level terendah dalam waktu 5,75 bulan terakhir. Penurunan stok gudang ini menahan laju penurunan harga menjadi tidak terlalu dalam.

Hingga saat ini, aktivitas budidaya tanaman kopi global untuk skala komersial masih tetap didominasi oleh dua varietas utama, meskipun ekosistem botani mencatat ada lebih dari 60 jenis pohon kopi yang dikenal di seluruh dunia. Distribusi dan perdagangan komersial kedua jenis komoditas utama ini berpusat pada beberapa lantai bursa utama internasional, seperti:

  • Bursa Mercantile Singapura untuk instrumen kontrak berjangka Robusta
  • Bursa Komoditas & Niaga Hadapan Brazil untuk instrumen kontrak berjangka Arabika
  • Bursa Tokyo yang memfasilitasi perdagangan untuk kedua jenis komoditas tersebut sekaligus

Para pelaku usaha warung kopi dan industri pengolahan panggangan saat ini terus mencermati fluktuasi harga komoditas mentah ini demi menjaga margin keuntungan. Sebagai perbandingan biaya produksi, aktivitas pengolahan mandiri tercatat menghasilkan kuantitas kopi panggang yang setara dengan modal sekitar RM40, jauh lebih efisien dibanding membeli produk jadi komersial yang harganya dapat mencapai hingga RM100 per kilogram.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed