IHSG Ditutup Melemah Ke Level 6315 Akibat Kenaikan Harga Minyak Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 0,30 persen atau turun 19,17 poin ke posisi 6.315,31 pada Kamis (23/7/2026). Penurunan ini dipicu oleh sikap hati-hati para pelaku pasar menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Indeks LQ45 juga mencatatkan penurunan sebesar 0,86 persen atau 5,43 poin ke level 627,12. Meskipun sempat menguat dan menyentuh zona hijau pada sesi pertama perdagangan yang disokong oleh kenaikan saham-saham komoditas, IHSG berbalik ke zona merah pada sesi kedua.
"Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Sikap waspada investor makin menguat pada perdagangan sesi sore setelah harga minyak jenis WTI dan Brent masing-masing melonjak melampaui level 89 dolar AS dan 97 dolar AS per barel akibat dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200- 6.250,” ujar Ratna.
Perdagangan di bursa domestik mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp23,88 triliun dari 59,77 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 3.148.000 kali transaksi. Sebanyak 343 saham mencatatkan penguatan, 309 saham melemah, dan 313 saham lainnya bergerak stagnan.
Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor properti sebesar 3,20 persen serta sektor energi yang naik 1,59 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumen non-primer memimpin pelemahan dengan koreksi 1,08 persen, disusul oleh sektor keuangan yang turun 1,00 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow