IHSG Ditutup Melemah Ke Level 6541 Pada Perdagangan Jumat
IHSG di Bursa Efek Indonesia mengakhiri perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,73 persen ke level 6.541,38 pada Jumat (11/9/2026), dilansir dari Detik Finance. Penurunan indeks disebabkannya oleh aksi jual bersih investor asing serta melemahnya sebagian besar sektor saham.
Aksi lepas saham oleh pemodal asing tercatat mencapai Rp732,81 miliar di pasar reguler. Jika dihitung pada seluruh pasar, total nilai penjualan bersih investor asing menembus angka Rp690,19 miliar.
Tekanan meluas ke 10 dari 11 sektor saham di bursa domestik. Sektor Consumer Non-Cyclicals mencatatkan penurunan paling tajam hingga 1,25 persen, sedangkan sektor Healthcare justru melonjak 3,91 persen.
Di tengah pelemahan indeks, saham SRAJ mencatat kenaikan tertinggi sebesar 20,00 persen, diikuti CASA yang menguat 10,83 persen dan AMMN sebesar 1,04 persen. Sebaliknya, saham BYAN terkoreksi 5,73 persen, BBCA turun 1,56 persen, serta BBRI melemah 1,51 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan bursa saham Amerika Serikat yang menguat. Indeks Dow Jones naik 0,98 persen ke 52.573, S&P 500 bertambah 0,86 persen ke 7.656, dan Nasdaq menguat 0,96 persen ke 26.333.
Sementara di pasar offshore, ETF EIDO terkoreksi 0,78 persen dan MSCI Indonesia turun 1,09 persen. Katalis tambahan dari rebalancing ETF emas global juga masih terbatas karena AMMN dan BRMS belum mengalami perubahan komposisi pada indeks terbaru.
Di tingkat korporasi, PT Timah Tbk (TINS) memperluas ekspor timah ke India dengan peningkatan kontribusi penjualan dari 5 persen menjadi 12 persen. TINS juga mengejar target produksi 30.000 ton dan penjualan 29.000 ton pada 2026 dengan menembus pasar Vietnam, Filipina, Inggris, hingga rencana ke Timur Tengah pada 2027.
Sementara itu, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) memperbesar porsi bisnis geothermal dan EBT dari 5 persen menjadi target 7 hingga 8 persen pada 2027. RUIS berhasil membukukan 305 proyek baru senilai Rp1,28 triliun pada semester I 2026, sehingga total nilai kontrak aktifnya melampaui Rp5 triliun.
Adapun PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) berencana menggelar rights issue dengan rasio 100:15 untuk menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru di harga Rp8.880 per saham. Perseroan mengincar dana Rp2,54 triliun guna mendanai pembangunan fasilitas data center di Batang dan Cikarang serta pembayaran piutang anak usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow