IHSG Berpotensi Uji Resistance 6.050 Sentimen Global Menguat
Laju Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) diproyeksikan bergerak naik menuju area resistance krusial di level 5.950 hingga 6.050 pada perdagangan Senin (13/7/2026). Potensi penguatan ini terjadi di tengah bayang-bayang aksi ambil untung investor asing serta sokongan sentimen positif dari bursa global.
Berdasarkan data pasar BNI Sekuritas, pergerakan indeks domestik pada pekan lalu mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh investor mancanegara dengan nilai mencapai Rp285 miliar. Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar seperti BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII menjadi sasaran utama pelepasan portofolio asing tersebut.
Meskipun dibayangi aksi jual asing, pasar saham Indonesia hari ini mendapat dorongan kuat dari penutupan bursa saham Amerika Serikat dan kawasan Asia Pasifik yang solid pada akhir pekan lalu. Indeks S&P 500 di Wall Street melaju 0,42 persen, diikuti oleh Nasdaq Composite dan Dow Jones yang masing-masing menguat sebesar 0,29 persen akibat dorongan performa saham raksasa teknologi.
Sentimen positif di pasar global juga didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya sinyal komunikasi dari Iran untuk kembali ke meja perundingan melalui mediasi Qatar dan Pakistan. Kondisi ini berhasil meredam volatilitas pasar global, termasuk memicu apresiasi tinggi pada mayoritas bursa saham di Asia Pasifik seperti Kospi Korea Selatan yang melesat 2,5 persen dan Nikkei 225 Jepang yang naik 1,2 persen.
Secara teknikal, area support IHSG awal pekan ini diperkirakan terjaga pada kisaran 5.850 sampai 5.870. Pelaku pasar diimbau tetap waspada karena posisi indeks masih rentan mengalami koreksi kembali sepanjang belum mampu menembus batas psikologis 6.050, meskipun ruang penguatan menuju target 6.300 akan terbuka jika level tersebut berhasil dilewati.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow