Umat Islam Sambut Bulan Zulhijah 1447 Hijriah Mulai 18 Mei 2026

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam bersiap memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, berdasarkan hisab imkan rukyat MABIMS untuk meningkatkan amalan sunah menjelang Idul Adha. Kepastian awal bulan ke-12 dalam penanggalan Hijriah ini masih menunggu hasil keputusan resmi Sidang Isbat pemerintah.

Melalui teks khutbah Jumat pada 15 Mei 2026, khatib menyampaikan bahwa Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT selain Muharram, Rajab, dan Dzulqa'dah. Momentum ini dinilai sebagai waktu terbaik bagi muslim untuk memperbanyak zikir, puasa, dan persiapan ibadah kurban.

"Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Q dah, Zul Hijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban" sabda Rasulullah SAW sebagaimana dikutip inews.id dari HR. Imam Bukhari.

Sepuluh hari pertama Zulhijah memiliki keagungan luar biasa karena disebut secara khusus dalam Al-Qur'an sebagai hari-hari istimewa atau al ayyam al maklumat. Keistimewaan periode ini bahkan menjadi media bersumpah bagi Allah SWT dalam Surah Al-Fajr ayat 2 yang berbunyi "Dan demi malam-malam yang sepuluh".

"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)" terang Rasulullah SAW dalam riwayat Imam at Tirmidzi.

Para sahabat kemudian melontarkan pertanyaan mengenai perbandingan amalan tersebut dengan jihad di jalan Allah untuk memastikan derajat kemuliaannya.

"Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun" lanjut Rasulullah SAW dalam hadits tersebut.

Selain amalan individu, persiapan spiritual juga diarahkan pada penguatan nilai sosial di lingkungan terkecil yakni rumah tangga. Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul melalui naskah khutbah yang dilansir vartadiy.com menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah melalui formula Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal (DUIT).

"Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram..." demikian bunyi kutipan Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 21 yang menjadi landasan khutbah tersebut.

Khatib menjelaskan bahwa peran suami sebagai pemimpin dan istri sebagai pendamping harus dijalankan dengan landasan wahyu untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis. Harapan tersebut dirangkum dalam permohonan kepada Sang Pencipta agar diberikan keturunan yang menyejukkan hati.

"Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati..." ucap khatib merujuk pada doa dari surat Al-Furqan ayat 74.

Narasi khutbah tersebut juga memberikan peringatan tegas bagi setiap kepala keluarga untuk menjaga anggota keluarganya dari dampak buruk di akhirat kelak. Hal ini sejalan dengan perintah agama untuk mendidik keluarga dengan nilai-nilai Islam secara menyeluruh.

"Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat..." pungkas doa khatib dalam sesi khutbah kedua untuk memohon keselamatan bagi seluruh umat.

Pemerintah dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat dalam waktu dekat untuk menetapkan secara resmi tanggal 1 Zulhijah 1447 H dan hari raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed