Kansas City Gelar Piala Dunia 2026 Guna Genjot Pariwisata Global

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah kota Kansas City menginvestasikan dana hampir 200 juta dolar AS dari berbagai sumber untuk menggelar enam pertandingan Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead mulai Selasa, 16 Juni 2026. Langkah besar ini diambil dengan target mendatangkan lebih dari 650.000 pengunjung serta menghasilkan dampak ekonomi langsung sebesar 653 juta dolar AS melalui sektor ritel, makanan, hingga perhotelan.

Meskipun proyeksi ekonomi cukup tinggi, kota di wilayah Midwestern Amerika Serikat ini menghadapi tantangan besar dalam menarik wisatawan internasional akibat keterbatasan penerbangan langsung luar negeri dan harga tiket pertandingan yang melonjak tajam. Berdasarkan model penentuan harga dinamis FIFA, tiket re-sale termurah untuk laga pembuka antara Argentina melawan Aljazair meroket menjadi 800 hingga 1.250 dolar AS, jauh dari harga awal sebesar 60 dolar AS.

Pakar ekonomi olahraga sekaligus profesor di The College of the Holy Cross memberikan analisis terkait tantangan yang dihadapi kota tersebut dalam menarik atensi turis mancanegara.

"You’re putting yourself on the international stage," kata Victor Matheson, Profesor The College of the Holy Cross.

Matheson meragukan apakah turis asing dari negara jauh bersedia menjadikan Kansas City sebagai tujuan utama perjalanan sekali seumur hidup mereka ke Amerika Serikat. Ia sendiri memilih terbang dari Boston dan hanya bertahan selama 36 hours.

"But do we really think people from Japan and Uzbekistan and Cape Verde are saying, ‘hey, I’m going on my once-in-a-lifetime trip to the United States, and I’m going to take it to Kansas City’?" ujar Victor Matheson, Profesor The College of the Holy Cross.

Tantangan lain muncul dari laporan American Hotel and Lodging Association pada Mei yang menunjukkan pemesanan hotel lebih rendah dari perkiraan akibat pembatalan blok kamar besar oleh FIFA, sehingga industri beralih ke wisatawan domestik. Menanggapi situasi ini, Walikota Kansas City menyatakan bahwa turnamen ini merupakan kesempatan uji coba investasi bagi daerahnya.

"What does a win for a city mean?" cetus Quinton Lucas, Walikota Kansas City.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus terus merevisi estimasi jumlah kebutuhan transportasi dan akomodasi karena beberapa keputusan awal hanya didasarkan pada perkiraan matang.

"When should a city invest in these sorts of things? Hopefully this World Cup gives us the chance to test some of these." kata Quinton Lucas, Walikota Kansas City.

Lucas juga sempat menyebutkan bahwa keputusan-keputusan akomodasi tersebut pada akhirnya berujung pada tebakan yang teredukasi.

"educated guesses," ujar Quinton Lucas, Walikota Kansas City.

Di sisi lain, upaya promosi reputasi global melalui ajang olahraga besar ini dinilai memiliki potensi keberhasilan berkaca pada sejarah Olimpiade masa lalu.

"The 1996 summer Olympics helped revitalize Atlanta’s economy and global reputation," kata Pam Kramer, Chief Executive Officer KC2026.

Selain optimalisasi transportasi menuju bandara dan stadion, firma arsitektur Populous mendesain FIFA Fan Festival gratis di area National WWI Museum and Memorial lengkap dengan gerbang berbentuk hati setinggi 65 kaki dan layar LED besar. Penyelenggara lokal juga mencatat lonjakan pendaftaran sewa rumah jangka pendek sebesar 56 persen hingga akhir Mei, salah satunya dilakukan oleh warga lokal bernama Katherine Riedel.

"A lot of hosts in the area still think if they just keep holding, that somebody is going to book at $1,500 per night," kata Katherine Riedel, Pemilik Rumah Airbnb.

Riedel akhirnya menurunkan harga sewa rumahnya dari 1.000 dolar AS menjadi 500 dolar AS per malam agar tetap mendapatkan pemasukan selama bulan Juni.

"I just don’t think that’s going to happen. I’d rather have money in his pocket than be sitting in my house in June and think, ‘that was a bust.’" ujar Katherine Riedel, Pemilik Rumah Airbnb.

Sementara bagi warga Kansas yang tidak datang ke stadion, pertandingan pembuka disiarkan gratis melalui jaringan FOX dan Telemundo, sedangkan laga lainnya diakses berbayar via FS1 dan platform streaming.

"I’ll just watch it at home," kata warga Kansas sebelum memeriksa rekening bank mereka.

Rangkaian lima pertandingan tersisa di Kansas City dijadwalkan terus berlangsung hingga babak perempat final pada 11 Juli 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed