Keiko Fujimori Resmi Dilantik Sebagai Presiden Wanita Pertama Peru
Pemimpin konservatif Keiko Fujimori resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden wanita pertama Peru di Lima pada Selasa, 28 Juli 2026. Politikus berusia 51 tahun tersebut memenangkan pemilu putaran kedua pada Juni lalu dengan selisih tipis kurang dari 50.000 suara.
Kemenangan Fujimori mempertegas pergeseran peta politik di Amerika Latin menuju sayap konservatif. Putri dari mantan Presiden Alberto Fujimori ini menjadi presiden ke-10 Peru dalam kurun waktu satu dekade terakhir, mengakhiri krisis kepemimpinan berkepanjangan di negara tersebut.
Dalam pidato pertamanya sebagai kepala negara, Fujimori menyoroti kondisi darurat keamanan yang sedang dihadapi Peru akibat maraknya aksi pemerasan dan kejahatan terorganisir.
"Tujuan saya bukan hanya mengelola negara," ujar Keiko Fujimori, Presiden Peru. "Tujuan utama saya adalah memperkecil defisit sosial yang sangat besar yang memengaruhi jutaan warga Peru."
Untuk mengatasi masalah kriminalitas, Fujimori mengumumkan kebijakan tegas dengan melibatkan aparat pertahanan di wilayah-wilayah yang terdampak kejahatan tinggi.
"Selama masa tanggap darurat, angkatan bersenjata akan mengambil alih kepemimpinan operasi keamanan secara sementara," kata Keiko Fujimori, Presiden Peru.
Selain masalah keamanan, Fujimori berjanji akan meningkatkan upah minimum sebesar 15 persen serta mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak fenomena cuaca El Nino. Partai Kekuatan Populer milik Fujimori bersama sekutunya menguasai separuh kursi Senat, yang diperkirakan akan memperkuat stabilitas pemerintahannya dari ancaman pemakzulan parlementer.
Pelantikan tersebut diwarnai aksi unjuk rasa di luar gedung parlemen oleh ratusan demonstran dan anggota legislatif oposisi. Mereka membawa foto para korban tewas dalam protes anti-pemerintah tahun 2022-2023 dan menuntut evaluasi atas sejumlah undang-undang penanganan kejahatan terorganisir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow