Tiga Klub Premier League dan Serie A Tur Pramusim di GBK Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Tiga klub papan atas Eropa, yaitu Aston Villa, Chelsea, dan AC Milan, dipastikan menggelar rangkaian pertandingan tur pramusim 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai 1 Agustus 2026.

Kepastian agenda internasional tersebut disampaikan oleh pihak penyelenggara usai menandatangani komitmen kerja sama untuk mendatangkan para bintang sepak bola dunia ke Indonesia. Kunjungan ini mengakhiri penantian panjang publik tanah air setelah terakhir kali disinggahi klub elite Eropa pada 2015.

Rangkaian laga dibuka oleh duel Aston Villa melawan tim Indonesia All Stars pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Laga pramusim berlanjut pada Sabtu, 8 Agustus 2026, yang mempertemukan Chelsea menghadapi AC Milan dalam ajang bertajuk Indonesia Super Cup 2026.

Penyelenggara memastikan para pemain kunci dari kedua tim bakal hadir dan meramaikan pertandingan di Jakarta. Kepastian tersebut diikat melalui klausul khusus dalam kontrak penampil.

"Dari awal komitmen kami selalu masukkan dalam kontrak adalah Best Player Available untuk hadir dimainkan karena itu bisnis kami. Yang kami jual adalah produk atau bintang-bintangnya, kami selalu pastikan itu terjadi. Dalam hal ini Palmer dan Modric kami pastikan datang," kata Arif Putra Wicaksono, CEO Ninesport.

Selain kehadiran Cole Palmer dan Luka Modric, ajang ini memamerkan adu taktik dua pelatih anyar, Xabi Alonso di kubu Chelsea dan Ruben Amorim di kubu AC Milan. Penyelenggara juga masih mengupayakan kehadiran kapten Chelsea, Enzo Fernandez, yang terkendala jadwal libur usai Piala Dunia 2026.

"Enzo kalau dihitung dari peraturan FIFA itu baru tanggal 9 [Agustus] dia baru bisa. Tapi kemarin ada pembicaraan dengan manajemen Chelsea karena dua-duanya juga pelatih baru, ada kemungkinan dia datang. Tapi masih kemungkinan ya. Dan, kalaupun datang kami juga belum bisa নিশ্চিত dia tampil," ujar Arif.

Di samping urusan teknis di lapangan, promotor mengungkap perbedaan unik terkait permintaan khusus atau fasilitas dari masing-masing klub. AC Milan menerapkan standar ketat untuk urusan konsumsi guna mendukung proses pemulihan fisik pemain.

"Riders pertama kali buat itu jadi suatu hal yang unik buat kami. Terus juga perbedaannya cukup signifikan antara tim Eropa atau tim Asia atau bahkan tim Eropa kelas menengah, tim Eropa papan atas," kata Arif dilansir iNewsBekasi.

Kubu Rossoneri mewajibkan jarak fasilitas dapur dengan tempat makan tidak boleh terlalu jauh. Klub asal Italia tersebut juga meminta ruang jamuan khusus setelah laga selesai.

"AC Milan itu dia punya standarisasi yang cukup tinggi dari segi makanan. Dia nggak mau dapurnya itu lebih jauh 10 meter dari tempat makan mereka. Jadi, kedaluwarsa saji itu menjadi suatu hal yang penting," ujarnya.

Pendekatan berbeda ditunjukkan oleh kubu Chelsea yang mengajukan menu pascamain secara lebih ringkas. Pihak penyelenggara harus memfasilitasi kebutuhan yang beragam dari total puluhan pemain dan staf.

"AC Milan misalnya, mereka ingin dapurnya berjarak 10 meter dari tempat makan. Ini menandakan bagaimana makanan Italia yang terkenal di dunia juga ditentukan oleh kadaluarsa saji," ungkapnya dilansir Kompas.com.

Klub asal London tersebut hanya meminta hidangan praktis untuk dikonsumsi para pemainnya sesaat setelah peluit panjang berbunyi.

"Selepas pertandingan, Chelsea sekadar ingin makan sandwich , AC Milan malah ingin disediakan satu ruangan untuk mereka makan yang enak," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa memfasilitasi klub sepak bola profesional memiliki tingkat kerumitan tersendiri karena setiap individu memiliki karakteristik berbeda.

"Ibarat konser musik, jika kita biasanya membawa satu bintang, kalau satu tim sepak bola berarti membawa 22 bintang yang keinginannya berbeda," imbuhnya.

Selama berada di Jakarta, para pemain dari kedua tim dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda pendukung di luar lapangan, mulai dari kunjungan ke lokasi penting, latihan terbuka, klinik pelatihan, hingga konferensi pers bersama.

"Kegiatan di luar sepak bola ini merupakan wujud kepedulian para pemain AC Milan dan Chelsea terhadap tempat yang mereka kunjungi," ungkapnya.

Proses administrasi dan penentuan status tim teknis juga sempat melalui diskusi panjang antara pihak promotor dan manajemen kedua klub.

"Selain itu, ada beberapa kegiatan lain seperti coaching clinic, latihan terbuka, hingga konferensi pers gabungan dari kedua tim," imbuh Arif.

Penyelenggara menyebut negosiasi detail kecil menjadi pengalaman tersendiri dalam mendatangkan dua klub raksasa Eropa secara bersamaan.

"Banyak hal menarik yang harus kami bereskan, bahkan soal siapa yang disebut lebih dulu saja menjadi kendala dan ada banyak perdebatan," katanya.

Sistem urutan nama tim dalam publikasi resmi bahkan harus ditentukan melalui metode khusus agar disepakati kedua belah pihak.

"Bahkan kalau kita pakai abjad saja itu sudah ketahuan siapa yang lebih dulu, jadi ada beberapa pemilihan seperti itu yang cukup rumit untuk dilakukan," imbuhnya.

Promotor menambahkan bahwa pemenuhan fasilitas konsumsi menjadi tantangan utama dalam menjaga kenyamanan tim tamu selama beraktivitas di Jakarta.

"AC Milan itu minta satu ruangan untuk ngelakuin full feast gitu ya, makan yang proper layaknya bukan kayak selesai main kelaparan gitu aja, dia pengen bener-bener makan yang proper," katanya.

Menurutnya, perhatian detail terhadap makanan merupakan bagian dari kultur olahraga profesional yang diterapkan oleh klub-klub papan atas Eropa.

"Mungkin juga kita jadi ngeh kenapa masakan Italia sangat terkenal di dunia, bahkan pemain-pemain bolanya saja untuk makanan tuh mereka bener-bener mikirin yang proper lah," tambahnya.

Ia membandingkan preferensi santapan pascapertandingan dari skuad Chelsea yang cenderung lebih sederhana.

"Setelah selesai pertandingan ini, Chelsea memilih untuk sekadar makan sandwich," ucap Arif.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menyambut baik penyelenggaraan laga internasional ini karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta promosi pariwisata olahraga nasional. Pertandingan tersebut rencananya disiarkan secara langsung ke 70 negara.

"Tontonan berkualitas kelas dunia ini disiarkan ke 70 negara, jadi untuk national branding sangat baik. Harapan kami kolaborasi seluruh ekosistem, dari hotel, transportasi, kuliner, hingga tour and travel ikut berdampak," ucap Teuku Arlan, Deputi Kemenpora Bidang Pengembangan Industri Olahraga.

Penjualan tiket pertandingan Chelsea melawan AC Milan dilaporkan telah melewati angka 50 persen dari kapasitas Stadion Utama Gelora Bung Karno. Chelsea mengalokasikan 3.000 tiket khusus bagi pendukung dari negara-negara Asia di luar kuota penonton domestik.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh PSSI terkait penerbitan dokumen pertandingan serta penugasan perangkat pertandingan resmi di lapangan.

"PSSI akan memberikan support-nya, baik mengenai perwasitan dan tentu dokumen-dokumen yang menyangkut pertandingan ini. Karena kami tahu bahwa Chelsea dan AC Milan adalah tim besar yang dihuni oleh pemain-pemain top dunia juga," ungkap Yunus Nusi, Sekjen PSSI.

Kembalinya tur klub Eropa ke Indonesia didukung oleh pembenahan infrastruktur di kawasan Gelora Bung Karno serta kesiapan promotor lokal. Rangkaian pertandingan pramusim ini diharapkan membuka peluang bagi kedatangan klub-klub elite dunia lainnya di masa mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed