Kesehatan
5 Makanan Dulu Dianggap Menjijikkan Kini Jadi Hidangan Mewah
Smallest Font
Largest Font
Perubahan selera, kemajuan teknik pengolahan, dan kelangkaan bahan baku dapat mengubah citra suatu makanan secara drastis dari waktu ke waktu. Berikut adalah 5 makanan yang dulunya dianggap menjijikkan atau menjadi konsumsi masyarakat kelas bawah, tetapi kini bertransformasi menjadi hidangan mewah berharga mahal.
- Lobster — Dulunya dianggap menjijikkan karena jumlahnya melimpah di pantai dan bentuknya mirip serangga laut, sehingga kerap dijadikan makanan budak, tahanan, serta pupuk. Kini, lobster menjadi makanan laut mewah dan mahal akibat penurunan populasi, biaya tangkap yang tinggi, serta proses budidaya yang lama.
- Oyster — Pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika Utara, tiram adalah makanan murah untuk kaum buruh dan orang miskin karena stoknya melimpah di pesisir. Saat ini, oyster tersaji sebagai hidangan pembuka premium di restoran kelas atas karena stok alam yang menurun akibat kerusakan lingkungan dan sulitnya proses panen.
- Caviar — Telur ikan sturgeon ini dulunya sangat melimpah di wilayah Kaspia dan Volga hingga dibagikan secara gratis di bar-bar sebagai camilan asin penambah rasa haus. Seiring melonjaknya permintaan internasional dan penurunan populasi ikan sturgeon yang membutuhkan waktu 8 hingga 20 tahun untuk siap dipanen, caviar kini menjadi simbol kemewahan.
- Century egg atau telur pitan — Tampilannya yang berwarna cokelat kehitaman transparan dengan kuning telur kehijauan kerap membuat orang mengira telur ini sudah busuk. Dibuat melalui proses perendaman dalam campuran teh hitam, kapur, garam, dan abu selama 7 minggu hingga 5 bulan, telur ini kini menjadi kuliner bernilai tinggi di restoran kelas atas karena keunikan dan kompleksitas rasanya.
- Hakari Islandia — Hidangan tradisional Islandia ini terbuat dari daging hiu Greenland yang difermentasi atau dibiarkan membusuk lalu dikeringkan untuk menghilangkan senyawa beracun. Meski dulunya dibenci karena aroma amonia yang sangat kuat, hakari kini bernilai tinggi karena proses pembuatannya yang memakan waktu berbulan-bulan serta kelangkaan bahan bakunya.
Follow pdiperjuanganbali.id
Add to preferred sources on Google
Editors Team
Kenzo Abimanyu
Author
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow