Manchester United Alami Kerugian Besar Rp399,5 Miliar Usai Pecat Ruben Amorim
Manajemen Manchester United resmi merilis laporan keuangan terbaru yang mengungkap pembengkakan pengeluaran klub sebesar 16,7 juta poundsterling atau setara Rp399,5 miliar pada Kamis (28/5/2026). Lonjakan beban finansial tersebut bersumber langsung dari biaya kompensasi pemecatan manajer sepak bola asal Portugal, Ruben Amorim, beserta para staf kepelatihannya.
Nilai fantastis ini menjadi konsekuensi berat yang harus ditanggung oleh manajemen Setan Merah demi menyudahi kerja sama lebih awal. Ruben Amorim tercatat hanya bertahan selama 14 bulan di kursi kepelatihan Old Trafford sejak pertama kali ditunjuk menggantikan posisi manajer sebelumnya pada November 2024 silam.
Keputusan pemutusan hubungan kerja ini diambil manajemen setelah rentetan hasil buruk yang menimpa klub sepanjang musim. Performa tim di bawah asuhan Amorim dinilai tidak memenuhi target besar yang telah dicanangkan oleh direksi dan pemilik saham klub sejak awal kedatangannya.
Rapor Performa dan Statistik Bencana
Aspek performa di atas lapangan menjadi pemicu utama di balik langkah drastis manajemen Manchester United untuk mendepak Amorim. Pada setengah musim pertama kepemimpinannya, juru taktik asal Portugal tersebut sebenarnya sempat membuka harapan besar bagi publik Old Trafford.
Amorim berhasil membawa Manchester United melangkah jauh hingga ke babak final kompetisi kasta kedua antarklub Eropa, Liga Europa. Namun, ambisi untuk mengangkat trofi tersebut kandas setelah klub mengalami kegagalan di partai puncak dan harus puas keluar sebagai runner-up.
Kondisi justru semakin memburuk ketika melihat performa tim di kompetisi domestik yang berjalan sangat tidak konsisten. Manchester United terlempar jauh dari persaingan papan atas dan mencatatkan rekor yang sangat memprihatinkan bagi sejarah panjang klub di tanah Inggris.
Klub mencatatkan finis di posisi ke-15 klasemen akhir Premier League, yang secara resmi menjadi posisi terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di kompetisi tersebut. Catatan kelam inilah yang akhirnya membulatkan tekad manajemen untuk segera melakukan perombakan total di sektor kepelatihan.
Meskipun harus mengeluarkan dana kompensasi yang sangat besar untuk pemecatan Amorim, laporan keuangan klub secara keseluruhan justru menunjukkan tren pemulihan yang positif. Neraca keuangan Manchester United dalam periode sembilan bulan hingga Maret 2026 mulai memperlihatkan perbaikan signifikan.
Dilansir dari laporan keuangan resmi klub via CNN Indonesia, Manchester United berhasil mencatatkan laba operasional sebesar 37,7 juta poundsterling selama sembilan bulan yang berakhir pada Maret 2026. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada periode sembilan bulan hingga Maret tahun lalu, pembukuan internal klub sempat memerah akibat mengalami kerugian operasional yang mencapai angka 3,2 juta poundsterling. Kenaikan pendapatan dari sektor komersial dan hak siar menjadi faktor stimulan utama pembalikan situasi ini.
Pertumbuhan positif ini juga terlihat jelas pada indikator pendapatan klub sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). Sektor ini mengalami lonjakan yang cukup melegakan pihak manajemen di tengah beban pengeluaran untuk pesangon tim pelatih.
Pendapatan EBITDA Manchester United dalam kurun waktu sembilan bulan tersebut naik menjadi 187,5 juta poundsterling. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan perolehan periode sebelumnya yang tertahan di angka 145,3 juta poundsterling.
Rincian Keuangan Manchester United 2026
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi finansial klub raksasa Inggris ini, berikut adalah tabel perbandingan indikator keuangan utama Manchester United berdasarkan laporan resmi terhitung hingga Maret 2026.
| Indikator Keuangan | Periode Sebelumnya | Periode Maret 2026 |
|---|---|---|
| Biaya Kompensasi Pemecatan Pelatih | – | 16,7 Juta Poundsterling (Rp399,5 Miliar) |
| Laba / (Rugi) Operasional | (3,2 Juta Poundsterling) | 37,7 Juta Poundsterling |
| Pendapatan EBITDA | 145,3 Juta Poundsterling | 187,5 Juta Poundsterling |
| Posisi Akhir Klasemen Domestik | – | Peringkat 15 (Terburuk dalam Sejarah) |
Berdasarkan data yang dirilis oleh Transtv co id, manajemen Manchester United kini fokus untuk menstabilkan struktur gaji dan pengeluaran klub secara keseluruhan. Pemangkasan biaya di sektor lain mulai diterapkan demi menjaga agar neraca keuangan tetap sehat hingga akhir tahun fiskal nanti.
Langkah pengetatan ikat pinggang ini diprediksi akan memengaruhi aktivitas berburu pemain baru pada bursa transfer musim panas mendatang. Manajemen dilaporkan bakal lebih selektif dan memprioritaskan perekrutan pemain yang sesuai dengan skema taktis manajer baru tanpa menguras kas klub secara berlebihan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow