Mason Mount Tolak Rencana Penjualan dari Manchester United
Gelandang Manchester United, Mason Mount, menolak rencana penjualan dirinya oleh manajemen klub pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang. Keputusan untuk bertahan di Old Trafford ini diambil setelah sang pemain menerima kritik tajam akibat performanya pascapertandingan melawan Sunderland pada Kamis (14/5/2026).
Dilansir dari Daily Mail, manajemen Setan Merah awalnya mempertimbangkan untuk melepas pemain berusia 27 tahun tersebut meskipun kontraknya masih mengikat hingga musim panas 2028. Namun, Mount bertekad memperebutkan posisi di lini tengah seiring adanya potensi kepergian gelandang senior Casemiro pada akhir musim nanti.
Mantan pemain Chelsea ini tercatat baru tampil 70 kali dan mencetak tujuh gol di seluruh kompetisi sejak bergabung pada musim panas 2023 karena didera empat jenis cedera berbeda. Absensi dalam 58 pertandingan membuat kontribusinya terbatas, meski ia kini menerima gaji 250 ribu Pounds atau sekitar Rp5,8 miliar per pekan yang berpotensi naik seiring kembalinya klub ke Liga Champions.
Penampilan perdana Mount sebagai starter sejak Januari 2026 berakhir imbang tanpa gol melawan Sunderland di Stadium of Light, yang kemudian memicu kritik dari pengamat sepak bola sekaligus legenda Inggris, Michael Owen.
"Mason Mount memang bekerja keras, tetapi saat ini performanya masih jauh dari level yang diharapkan Manchester United saat memperkerjakannya." ujar Michael Owen, Pengamat Sepak Bola.
Owen juga menyoroti lambatnya transisi permainan di sektor tengah akibat absennya figur pemimpin dalam tim asuhan Michael Carrick tersebut.
"Dia terlihat sedikit lambat saat menguasai bola, agak lamban dalam transisi, dan dia tidak benar-benar memberikan pengaruh yang cukup di lini tengah. Anda bisa dengan jelas melihat bahwa United kehilangan pemain seperti Casemiro di tengah lapangan karena tidak ada kontrol atau otoritas yang nyata di sana. Manchester United membutuhkan intensitas dan kepribadian yang lebih dari Mount karena pertandingan seperti ini menuntut hal itu." kata Michael Owen, Pengamat Sepak Bola.
Kritik pedas dari Owen tersebut langsung memicu reaksi keras dari ayah sang pemain, Tony Mount, melalui akun Instagram pribadinya.
"Mungkin tidak bermain sebagai starter selama lima bulan memang ada hubungannya dengan penampilan yang kurang tajam itu, Owen, dasar bodoh." tulis Tony Mount, Ayah Mason Mount.
Di sisi lain, Mason Mount tetap menyatakan optimisme tinggi dalam menatap musim ketiganya bersama Setan Merah melalui wawancara khusus dengan BBC.
"Saya akan selalu mendukung diri saya sendiri. Saya tahu siapa saya dan apa yang bisa saya berikan. Saya senang menjadi bagian dari klub besar ini," kata Mason Mount kepada BBC.
Mount merasa pengalamannya yang bertambah akan membantu membawa tim kembali ke posisi puncak klasemen Liga Inggris.
"I will always back myself. I know who I am and what I can provide. I’m happy to be part of this great club. It’s my third season and time has gone so fast. I’m a bit older now and have more experience. There’s going to be a lot more games next season. To be part of trying to get this club back to the top, where it belongs, is very special. I’ve had a little taste of winning with the club in the FA Cup. It was amazing. To win the Premier League title? I can’t even imagine how special that would be." tutur Mason Mount, Gelandang Manchester United.
Manchester United kini bersiap menjamu Nottingham Forest di Old Trafford pada 17 Mei 2026 demi mengamankan posisi ketiga di Liga Premier, sebelum menutup musim kompetisi domestik di markas Brighton pada 24 Mei 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow