Microsoft Habiskan 100 Miliar Dolar AS untuk Kemitraan dengan OpenAI

Smallest Font
Largest Font

Microsoft Corporation mengungkapkan telah menggelontorkan dana lebih dari 100 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur dan hosting guna mendukung kemitraan dengan OpenAI hingga tahun fiskal 2026. Pengeluaran masif ini terungkap di tengah persidangan gugatan Elon Musk terhadap Sam Altman di California yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026.

Biaya tersebut mencakup investasi awal sebesar 13 miliar dolar AS serta pembangunan kapasitas Azure secara besar-besaran sebelum Microsoft mulai menerima pendapatan dari layanan tersebut. Hingga saat ini, Microsoft dilaporkan baru meraup pendapatan sekitar 30 juta dolar AS dari kolaborasi tersebut, menurut laporan Windowscentral.

Langkah berani ini diambil meskipun sempat muncul keraguan dari internal perusahaan mengenai struktur organisasi OpenAI. CEO Microsoft, Satya Nadella, memberikan kesaksian mengenai komitmen awal perusahaan terhadap teknologi tersebut di tengah ketidakpastian pasar.

"Saya sangat bangga bahwa Microsoft mengambil risiko untuk berinvestasi di OpenAI ketika tidak ada orang lain yang mau bertaruh pada teknologi yang terus berkembang ini," ujar Satya Nadella, CEO Microsoft.

Penegasan ini muncul meskipun pendiri Microsoft, Bill Gates, awalnya menentang investasi 1 miliar dolar AS pada tahun 2019 karena status OpenAI sebagai organisasi nirlaba. Namun, strategi ini kini menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan bagi Microsoft.

Pihak Microsoft menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan jauh hari sebelum layanan dapat digunakan secara komersial. Hal ini menyebabkan ketimpangan antara modal yang keluar dengan pendapatan yang masuk di tahap awal.

"Kami perlu membangun infrastruktur Azure sebelum menyediakan layanan tersebut kepada OpenAI," kata Michael Wetter, Pemimpin Pengembangan Korporat Microsoft.

Kemitraan ini sekarang telah diperbarui menjadi hubungan non-eksklusif yang membatasi pembayaran bagi hasil OpenAI hingga 38 miliar dolar AS hingga tahun 2030. Di sisi lain, sengketa hukum antara Elon Musk dan pimpinan OpenAI terus memanas di pengadilan.

Musk menuduh adanya penipuan dalam restrukturisasi organisasi dari nirlaba menjadi entitas komersial. Ia menuntut ganti rugi sebesar 150 miliar dolar AS dari OpenAI dan Microsoft, serta meminta pengadilan mencopot Altman dan Greg Brockman dari kepemimpinan perusahaan.

"Penykalaan adalah formula murah untuk mendapatkan lebih banyak kinerja, tetapi juga merupakan formula yang sangat tidak tepat," ujar Sara Hooker, mantan Wakil Presiden Penelitian di perusahaan AI Kanada, Cohere.

Hooker menambahkan bahwa industri cenderung lebih memilih menambah daya komputasi dibandingkan merancang metode baru yang lebih efisien. Sementara itu, dampak lingkungan dari pembangunan pusat data besar-besaran mulai memicu protes warga di berbagai wilayah seperti New Mexico dan Tennessee.

"Tarik napas dalam-dalam dua kali. Itu adalah hak asasi manusia," kata KeShaun Pearson, pemimpin perlawanan terhadap superkomputer Colossus milik Musk di Memphis.

Microsoft kini dikabarkan mulai melirik akuisisi startup AI lain untuk mengurangi ketergantungan pada OpenAI. Langkah ini diambil guna memperkuat posisi perusahaan di pasar yang semakin kompetitif dan padat modal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed