Delapan Pebalap MotoGP Uji Ban Pirelli 2027 di Sirkuit Brno
Sebanyak delapan pebalap reguler MotoGP menyelesaikan uji coba privat perdana bersama produsen ban Pirelli di Sirkuit Brno, Ceko, pada Senin (22/6/2026). Pengujian tertutup ini dilakukan sebagai persiapan teknis menyongsong regulasi baru musim 2027 yang akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc.
Dilansir dari Otomotif via akses.co.id, sesi privat tersebut berlangsung ketat dari pukul 09.00 hingga 18.00 waktu setempat dengan membawa total 400 ban dalam berbagai variasi kompon. Sejumlah pebalap utama seperti Marc Marquez, Marco Bezzecchi, Joan Mir, Pedro Acosta, hingga Toprak Razgatlioglu turun langsung mengumpulkan data internal.
Meskipun catatan waktu resmi tidak dirilis, laporan tmcblog.com mengindikasikan duo Aprilia menjadi yang tercepat dengan laptime berkisar 1 menit 53,9 detik hingga 1 menit 54,0 detik. Di sisi lain, bintang tim Ducati, Marc Marquez, dilaporkan sempat mengalami kecelakaan kecil jenis lowside tanpa mengalami cedera serius.
Marc Marquez menyatakan rasa penasarannya terhadap karakter karet bundar asal Italia tersebut yang akan menggantikan Michelin pada musim 2027. Juara dunia asal Spanyol itu menilai ban akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan ketimbang perubahan kapasitas mesin.
“Apa yang saya harapkan? Sulit dipahami [sekarang] tapi mari kita lihat,” kata Marc Marquez dilansir dari crash.net.
Marquez juga menambahkan pandangannya mengenai perbandingan tingkat kesulitan kendali prototipe motor baru yang berbobot lebih ringan.
“Secara teori, di atas kertas, [motor 850cc] akan lebih mudah dikendalikan. Terutama karena tenaganya lebih rendah, dengan bobot yang sedikit lebih ringan. Tapi saya lebih tertarik untuk memahami bagaimana ban Pirelli bekerja. Karena saya pikir perubahan terbesar akan terletak pada ban, bukan pada motornya.” ujar Marquez.
Sementara itu, Francesco Bagnaia menjadi salah satu pebalap yang absen dalam pengujian di Brno karena tidak mendapatkan izin dari Ducati seiring kepindahannya ke Aprilia pada musim depan. Melansir crash.net, pebalap asal Italia tersebut hanya bisa memantau jalannya tes dari kediamannya.
“Saya akan berada di rumah. Bukan karena saya ingin, tetapi memang begitulah adanya,” kata Francesco Bagnaia.
Bagnaia menilai keputusan dari pihak pabrikan Ducati merupakan hal yang wajar karena dirinya tidak lagi terlibat dalam proyek jangka panjang tim.
“Saya mengerti alasan untuk tidak mencoba 850 karena itu normal (karena saya akan pergi). Saya rasa itu tepat,” tutur Bagnaia.
Meski demikian, juara dunia MotoGP dua kali itu mengkritik format pengujian yang dinilai kurang ideal bagi para pebalap yang berganti pabrikan.
“Namun, tiba pada tanggal 1 Desember, tanpa bahkan menguji ban Pirelli, lalu mengendarai motor selama satu hari di Valencia pada bulan Desember: Anda akan mulai pukul 11 dan selesai pukul 3 sore. Jadi, tidak banyak waktu,” ucap Bagnaia.
Kekhawatiran mengenai minimnya waktu adaptasi membuat pebalap dengan sapaan akrab Pecco ini mengusulkan alternatif lain untuk pengujian.
“Agak aneh karena Anda tidak akan mengerti tentang ban, Anda tidak akan punya pertanyaan untuk Pirelli. Jadi menurutku itu bukan ide terbaik,” kata Bagnaia.
Ia berharap pebalap yang tidak memegang prototipe baru tetap diberikan kesempatan menguji ban menggunakan motor berspesifikasi 1.000cc saat ini.
“Mungkin lebih baik membiarkan saya mengendarai motor (1.000 cc) yang sekarang dengan ban Pirelli. Tapi itu tidak mungkin,” sebut Bagnaia.
Bagnaia juga memprediksi jalannya tes tidak akan melibatkan banyak pebalap reguler di lintasan.
“Saya tidak tahu berapa banyak pebalap yang akan melakukan uji coba pada hari Senin, mungkin hanya empat atau lima,” kata Bagnaia.
Dari sisi produsen, Direktur Balap Motor Pirelli Giorgio Barbier menyatakan kepuasannya terhadap hasil pengumpulan data dari seluruh tim pabrikan yang berpartisipasi.
“Semua pabrikan menyelesaikan program yang telah disepakati dengan rencana pengerjaan yang berbeda pada kedua motor untuk memaksimalkan pengumpulan data. Beberapa pembalap bahkan melakukan simulasi Sprint Race dan simulasi jarak balap penuh (Race Distance). Kolaborasi dengan para pembalap dan pabrikan terus berjalan sangat konstruktif dan pengembangan bergerak sesuai jadwal.” kata Giorgio Barbier dikutip dari tmcblog.com.
Barbier juga menyoroti padatnya jadwal evaluasi yang harus dihadapi oleh para pebalap setelah menyelesaikan rangkaian balapan akhir pekan yang menguras fisik.
“Program pengujian yang dijalankan sangat menyuntut, dengan banyak solusi yang harus dievaluasi, setelah akhir pekan balapan yang berlangsung dalam suhu tinggi dan hanya beberapa hari sebelum grand prix berikutnya,” kata Barbier dilansir dari akses.co.id.
Ia menganggap kehadiran para pebalap utama memberikan masukan yang jauh lebih akurat dibandingkan pengerjaan mandiri oleh pebalap penguji pabrikan.
“Setelah sesi privat yang sejauh ini hanya dilakukan bersama pebalap penguji, di Brno kami akhirnya bisa mendapatkan masukan yang berguna mengenai ban 2027 untuk motor 850cc dari beberapa pebalap kontrak,” ujar Barbier.
Barbier kembali menegaskan keberhasilan seluruh tim dalam memenuhi target pengujian awal untuk pengumpulan data simulasi jarak balap.
“All manufacturers completed the agreed program, with different testing plans for the two bikes to maximize data collection. Some riders also performed Sprint Race and full race simulations,” kata Barbier.
Manajemen Pirelli menjadwalkan agenda evaluasi lanjutan di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada bulan September mendatang sebelum memasuki pengujian final musim di Valencia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow