Persebaya Incar Juara Grup B Jelang Hadapi Port FC

Smallest Font
Largest Font

Persebaya Surabaya membidik posisi puncak klasemen Grup B Piala Presiden 2026 saat berhadapan dengan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026) malam. Pertandingan pemungkas ini menjadi penentu status juara grup bagi tim berjuluk Green Force tersebut.

Persebaya saat ini memimpin puncak klasemen sementara Grup B dengan mengantongi enam poin usai meraih dua kemenangan beruntun atas Persija Jakarta dan PSMS Medan. Sementara itu, Port FC berada di posisi kedua dengan raihan empat poin hasil dari satu kemenangan atas PSMS Medan dan satu hasil imbang kontra Persija Jakarta.

Hasil imbang dalam pertandingan ini sudah cukup bagi anak asuh Bernardo Tavares untuk mengunci status juara Grup B. Di sisi lain, Port FC asal Thailand wajib memetik kemenangan mutlak jika ingin menggeser Persebaya dari takhta klasemen sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara turnamen pramusim ini.

Guna menambah daya gedor dan kedalaman skuad, Green Force siap menurunkan gelandang baru asal Portugal, Diogo Ramalho. Lini depan Persebaya diproyeksikan mengandalkan duet Ramadhan Sananta dan Miguel Pereira, sedangkan Port FC membawa amunisi terbaiknya termasuk kiper Michael Falkesgaard serta penyerang Lucas Tocantins.

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan seluruh anggota tim hanya berfokus pada laga kontra Port FC tanpa memikirkan calon lawan di babak semifinal. Ia menilai lawan asal Thailand tersebut memiliki komposisi pemain berkualitas yang wajib dianalisis secara mendalam.

"Sekarang fokus kami beralih ke pertandingan melawan Port FC. Mereka adalah tim yang bagus dan kami harus menganalisis kekuatan mereka dengan baik," ujar Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya.

Ia menuturkan pertandingan terakhir ini memegang peranan krusial bagi status tim di fase gugur. Kendati demikian, Tavares menempatkan pemulihan kondisi fisik para pemain sebagai prioritas utama di tengah himpitan jadwal bertanding yang padat.

"Laga itu akan menentukan apakah kami finis sebagai juara grup atau runner-up. Namun, kami harus menyelesaikan proses pemulihan pemain terlebih dahulu," kata Tavares.

Juru taktik berusia 46 tahun itu memanfaatkan rentetan laga pramusim ini sebagai wadah eksperimen taktik dan rotasi posisi pemain. Akan tetapi, sempitnya waktu jeda antarpertandingan diakui menjadi kendala tersendiri dalam merancang program latihan secara maksimal.

"Karena ini masih fase pramusim, kami juga ingin melihat beberapa pemain di posisi yang berbeda. Sayangnya, jadwal pertandingan yang padat membuat kami tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih," kata Tavares.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, minimnya jeda antarpertandingan memaksa tim pelatih mencurahkan seluruh waktu yang ada untuk proses pemulihan fisik para penggawa Persebaya.

"Setelah pertandingan, kami hanya memiliki waktu untuk pemulihan sebelum kembali bermain. Itu membuat proses pengembangan tim menjadi lebih menantang," kata Tavares.

Ia menambahkan penentuan melangkah sebagai juara grup atau peringkat kedua akan memengaruhi skenario tim selanjutnya, sehingga fokus bertahap menjadi opsi terbaik saat ini.

"Namun, fokus kami saat ini bukan memikirkan semifinal. Kami harus menyelesaikan pertandingan melawan Port FC terlebih dahulu. Jika kami menjadi juara grup, situasinya akan berbeda dibanding jika kami finis sebagai runner-up. Karena itu kami memilih fokus selangkah demi selangkah," ujar Tavares.

Meski mengantongi rekor tak kebobolan dalam dua laga awal, Tavares menilai anak asuhnya belum mencapai bentuk permainan ideal. Ia menyebut Port FC sebagai ujian paling berat yang dihadapi Persebaya selama gelaran Piala Presiden 2026.

"Port FC adalah tim yang bagus. Kami harus menganalisis mereka dengan baik. Ini akan menjadi pertandingan yang berat dan akan menentukan apakah kami finis di posisi pertama atau kedua," kata Tavares.

Persiapan menghadapi kompetisi resmi Super League 2026/2027 tetap dijadikan acuan utama oleh Tavares dalam mengevaluasi setiap perkembangan performa skuad Green Force.

"Kami masih membangun tim. Masih banyak yang harus diperbaiki. Sekarang fokus kami adalah recovery pemain agar mereka siap menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Tavares.

Sementara itu, gelandang Port FC Bruno Moreira menyatakan rasa bahagianya dapat kembali merumput di Stadion Gelora Bung Tomo. Pemain asal Brasil yang pernah memperkuat Persebaya tersebut optimistis usai membawa timnya mengalahkan PSMS Medan 2-0 pada laga pembuka.

"Senang bisa kembali ke stadion ini. Tiga poin ini sangat penting untuk memulai Piala Presiden dengan rasa percaya diri," ujar Bruno Moreira, gelandang Port FC.

Bruno juga menegaskan komitmennya untuk tetap tampil profesional bersama klub Thailand tersebut saat bersua mantan timnya di lapangan hijau.

"Saya selalu menghormati Persebaya karena klub itu membuka pintu bagi saya di Indonesia. Namun sekarang saya bermain untuk Port FC dan akan memberikan yang terbaik jika dipercaya tampil," kata Bruno.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed