Persija Tanggapi Aksi Boikot Jakmania Jelang Laga Brisbane Roar

Smallest Font
Largest Font

Manajemen Persija Jakarta dan jajaran pelatih memberikan tanggapan terkait aksi boikot yang dilakukan The Jakmania dalam laga uji coba internasional melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026). Penolakan hadir dari kelompok suporter tersebut akibat lonjakan harga tiket pertandingan.

Aksi boikot dipicu oleh penetapan harga tiket kategori 2 tier 1 sebesar Rp150.000 dan kategori 2 tier 2 senilai Rp130.000. Tarif ini mengalami kenaikan dibanding musim lalu yang berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp130.000. Karena tidak tercapai titik temu dengan pengurus suporter, pihak klub mengalihkan seluruh alokasi tiket suporter ke penjualan umum secara daring.

Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menjelaskan penyesuaian tarif tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, termasuk kondisi inflasi dan lonjakan beban operasional tim. Manajemen menargetkan pendapatan dari tiket dapat menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen dari total kebutuhan finansial klub musim ini.

Bambang juga menegaskan pentingnya kehadiran pendukung dalam perjalanan klub menghadapi kompetisi mendatang.

"Memang harus dipahami bahwa pengeluaran Persija terutama di musim ini memang cukup besar, tapi menurut saya tidak ada kaitannya dengan kenaikan tiket tadi karena memang itu dilakukan untuk mencoba membuat peran atau kontribusi tiket ini menjadi salah satu penopang dari kebutuhan keuangan secara menyeluruh pada tim," kata Bambang.

Mantan penyerang timnas Indonesia tersebut mengutarakan optimismenya bahwa polemik penyesuaian harga tiket ini akan segera menemukan jalan keluar.

"Kami tentu berharap teman-teman The Jakmania tetap hadir di stadion karena The Jakmania adalah urat nadi perjuangan Persija," ujar Bambang.

Hubungan erat antara pendukung dan klub dinilai menjadi landasan utama penyelesaian masalah ini.

"Jujur kami sangat berharap dengan kehadiran mereka untuk tetap hadir di stadion," katanya.

Ia menambahkan bahwa manajemen menghormati setiap pandangan yang disampaikan oleh jajaran pendukung.

"Menurut saya, Persija dengan The Jakmania itu seperti dua sisi mata uang," ucapnya.

Bambang meyakini komunikasi yang baik dapat memulihkan situasi hubungan antara kedua belah pihak.

"Mungkin pada satu titik saat ini terjadi sedikit perbedaan, tapi saya meyakini karena ada ikatan emosional, ikatan batin yang begitu kuat, saya meyakini pada satu titik nanti akan ada titik temu yang membuat kita akhirnya bisa bersama lagi. Semoga itu tidak dalam waktu yang lama," tutur Bambang.

Sementara itu, Pelatih Kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku baru mengetahui perihal aksi boikot tersebut dari awak media saat konferensi pers pra-pertandingan di JIS, Jumat (28/8/2026).

"Saya baru pertama kali mendengar hal tersebut, jadi kurang tahu secara pasti. Para penggemar Jakmania selalu datang dan mendukung kami karena mereka ingin tim Jakarta ini berkembang dengan baik," kata Shin Tae-yong di hadapan media.

Juru taktik asal Korea Selatan tersebut menekankan bahwa keberadaan suporter memiliki peran yang sangat krusial bagi masa depan klub.

"Saya selalu berpikir bahwa sebuah klub sepak bola bisa bertahan selamanya karena memiliki suporter, jadi saya berharap hubungan dengan para suporter bisa dibangun dengan baik," ujar Shin Tae-yong.

Pelatih Persija tersebut juga menyatakan belum mengenal penuh gaya permainan calon lawan, namun akan memakai kesempatan ini sebagai sarana analisis skuad.

"Jadi, pertandingan besok akan kami jadikan kesempatan untuk melihat sejauh mana apa yang telah kami latih dan persiapkan selama ini sudah terbentuk, melalui pertandingan melawan Brisbane Roar," kata Shin Tae-yong.

Kesiapan taktis dan kondisi fisik para pemain akan diukur secara menyeluruh sebelum kompetisi resmi bergulir.

"Besok kami memang akan menjalani pertandingan persahabatan melawan Brisbane, tetapi kami juga ingin melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk melihat sejauh mana tim ini sudah terbentuk, baik dari sisi fisik, taktik, kekuatan tim, maupun secara keseluruhan," ujarnya.

Kapten tim Persija Jakarta, Rizky Ridho, memilih fokus pada sisi keharmonisan antara pemain dan pendukung tanpa berkomentar banyak terkait kebijakan manajemen.

"Saya berharap semoga keadaannya membaik semuanya antara suporter dan tim karena gimana pun kita juga butuh suporter," kata Ridho.

Ia menaruh harapan besar agar tribune stadium dapat kembali dipadati oleh pendukung setia klub pada laga-laga selanjutnya.

"Saya harap semuanya membaik dan kembali untuk mendukung Persija di musim-musim berikutnya, di musim depan karena kita memang butuh mereka," tuturnya.

Bek tengah tim nasional itu juga menambahkan keterangannya dalam kesempatan lain terkait isu yang ramai beredar di media sosial.

"Ya, saya juga lihat beberapa aksi soal boikot itu di Instagram. Tentunya saya juga nggak bisa beri jawaban yang maksimal ke teman-teman karena mungkin ada pihak yang berwajib untuk menjawab pertanyaan itu," bukanya di sesi jumpa pers jelang Persija vs Brisbane Roar.

Ridho kembali menegaskan kebutuhan mendasar para pemain di lapangan terhadap dorongan moral dari suporter.

"Tapi yang bagi saya, saya berharap semoga keadaannya membaik semuanya antara suporter dan tim karena gimana pun kami juga butuh suporter," tegasnya.

Pernyataan tersebut ia tutup dengan harapan agar dukungan penuh dari tribune segera kembali tercipta.

"Saya harap semuanya membaik dan kembali untuk mendukung Persija di musim-musim berikutnya, di musim depan karena kami memang butuh mereka. Terima kasih," tutupnya.

Dari pihak lawan, Pelatih Brisbane Roar Michael Valkanis memberikan tanggapannya mengenai atmosfer pertandingan yang berpotensi sepi penonton akibat boikot tersebut.

"Ini sangat menyenangkan bagi kami bisa bermain di sini. Persija adalah salah satu klub terbaik di Indonesia, jadi ini menjadi kesempatan yang bagus bagi kami," kata Valkanis dalam konferensi pers, Jumat (28/8/2026) dikutip Kompas.com.

Valkanis menganggap laga di Jakarta ini sebagai tolok ukur ideal bagi skuadnya sebelum memulai kompetisi domestik A-League.

"Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan kami, karena kami memang membutuhkan beberapa pertandingan sulit seperti ini untuk mempersiapkan diri menghadapi A-League," tuturnya.

Ia enggan menanggapi lebih jauh mengenai dinamika internal yang dialami oleh kubu tuan rumah.

"Mengenai boikot, saya tidak terlalu mengetahui banyak soal itu. Saya juga tidak berada di sini untuk membicarakan hal tersebut," ujar Valkanis.

Fokus utama pelatih asal Australia tersebut tertuju sepenuhnya pada performa teknis di atas lapangan.

"Saya berada di sini untuk mengatakan pertandingan besok akan menjadi pertandingan yang bagus," jelasnya.

Ia menyadari laga uji coba ini sangat krusial bagi persiapan akhir kedua belah pihak.

"Satu di antara alasannya karena Persija sudah sangat dekat dengan dimulainya liga dan mereka tentu ingin berada dalam kondisi siap," ucap Valkanis.

Ambisi besar diusung oleh tim tamu untuk mengamankan hasil maksimal dalam rangkaian laga pramusim mereka.

"Saya yakin mereka akan siap untuk memainkan pertandingan ini. Kami juga sedang mempersiapkan diri karena ingin menjalani musim yang besar," imbuhnya.

Valkanis berharap publik tetap bisa menikmati pertandingan yang menyajikan intensitas tinggi.

"Jadi, ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan yang bagus nanti, dan menurut saya itulah hal yang paling penting dalam sepak bola," ucap Valkanis.

Pertandingan uji coba ini dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/8/2026) mulai pukul 18.15 WIB di JIS, didahului dengan agenda peluncuran skuad resmi Persija untuk kompetisi musim 2026/2027. Laga ini menjadi persiapan akhir Persija sebelum melakoni partai pembuka Super League melawan Borneo FC di Stadion Segiri pada 5 September 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed