Petinju Prichard Colon Meninggal Dunia Setelah 11 Tahun Koma

Smallest Font
Largest Font

Mantan petinju profesional Prichard Colon meninggal dunia pada Kamis, 13 Agustus 2026, di usia 33 tahun, setelah berjuang mengatasi komplikasi cedera otak parah selama hampir 11 tahun. Kematian mantan prospek tinju tak terkalahkan tersebut dikonfirmasi oleh sang ayah. Colon mengalami koma selama 221 hari dan kerusakan saraf permanen akibat menerima serangkaian pukulan ke bagian belakang kepala atau rabbit punch saat bertarung melawan Terrel Williams di EagleBank Arena, Virginia, pada 17 Oktober 2015.

Meski insiden tersebut mengakhiri karier bertarungnya pada usia 23 tahun dan membutuhkan perawatan penuh waktu, pihak keluarga belum mempublikasikan penyebab medis spesifik terkait kematiannya. Sorotan publik kini kembali mengemuka terkait keputusan wasit Joe Cooper dan dokter ring Richard Ashby yang tetap mengizinkan pertarungan berlanjut meski Colon telah memberi tahu adanya pukulan ilegal dan gejala pusing pada ronde ketujuh. Gugatan hukum senilai lebih dari 50 juta dolar AS yang diajukan orang tua Colon, Richard dan Nieves Colon, pada 2017 menuduh tim medis lalai, walaupun investigasi Departemen Regulasi Profesional dan Pekerjaan Virginia tidak menjatuhkan sanksi disiplin kepada siapa pun.

Di sisi lain, tidak ada catatan publik mengenai permintaan maaf secara formal dari Terrel Williams kepada keluarga Colon terkait dampaknya. Namun, Williams sempat menyampaikan rasa penyesalan atas tragedi tersebut dan dampaknya terhadap kehidupan kedua belah pihak.

"Saya berdoa untuk Prichard setiap hari. Saya tidak mengharapkan apa pun selain kedamaian dan kesehatan untuk pria itu. Ini juga sulit bagi saya.

Saya tidak ingin hal itu terjadi padanya. Saya hanya mencoba memenangkan pertarungan. Hidup saya berubah malam itu, dan tidak akan pernah sama lagi," kata Williams.

Laporan media juga menyebutkan bahwa Williams sempat berusaha mengunjungi Colon di rumah sakit sesaat setelah pertarungan tersebut digelar, namun disarankan untuk tidak melakukannya. Gugatan hukum serta investigasi resmi telah selesai tanpa mempidanakan pihak manapun, meninggalkan pertanyaan terbuka mengenai evaluasi prosedur keselamatan atlet di dalam ring tinju.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed