Mantan Petinju Prichard Colón Meninggal Dunia pada Usia 33 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Mantan petinju profesional asal Puerto Riko, Prichard Colón, meninggal dunia pada usia 33 tahun pada 13 Agustus 2026, hampir 11 tahun setelah menderita cedera otak fatal dalam pertarungan. Pengumuman duka tersebut disampaikan oleh sang ayah melalui media sosial.

Ayah mendiang, Richard Colón, mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. Ia menyampaikan salam perpisahan bagi sang putra yang telah lama berjuang melewati masa-masa kritis.

"Saya menyesal memberi tahu Anda tentang berpulangnya putra saya Prichard dari dunia fana ini," tulis Richard Colón, Ayah Prichard Colón.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat serta memohon doa lanjutan bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.

"Sekarang dia berada di dunia yang lebih baik. Terima kasih atas kasih sayang dan doa selama bertahun-tahun. Sebisa mungkin, tolong tetap jaga kami dalam doa-doa Anda," tambah Richard Colón, Ayah Prichard Colón.

Semasa kariernya, Colón mencatatkan prestasi gemilang di kelas super welter dengan meraih lima gelar amatir nasional serta medali emas Pan American Youth sebelum genap berusia 20 tahun. Sejak beralih ke kancah profesional pada 2013, ia mengantongi rekor 16 kemenangan dari 17 pertandingan, dengan 13 di antaranya diraih lewat Knockout (KO).

Petaka terjadi pada 17 Oktober 2015 dalam duel 10 ronde melawan Terrel Williams di EagleBank Arena, Fairfax, Virginia. Dalam laga tersebut, Colón menerima beberapa pukulan ilegal di bagian belakang kepala atau rabbit punch. Usai pertarungan, ia mengalami gejala trauma kepala di ruang ganti dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi pendarahan otak darurat hingga koma selama 221 hari.

Dalam sebuah wawancara bersama ESPN pada 2017, ibunda mendiang mengungkapkan cita-cita besar sang putra yang selalu diimpikan sejak kecil.

"Dia selalu tahu apa yang diinginkannya dalam hidup -- dia akan berkata, 'Mommy, saya ingin menjadi petinju profesional, dan saya ingin mewakili Puerto Riko, dan saya ingin menjadi juara dunia...'," kata Nieves Colón, Ibu Prichard Colón.

Sahabat mendiang turut mengenang karakter dan semangat tinggi Colón saat berada di atas arena pertandingan.

"Apa yang benar-benar membuatnya merasa hidup adalah masuk ke dalam ring dan tampil untuk orang-orang,... Cara dia membawakan diri..." kata Andre Diaz, Sahabat Prichard Colón.

Dukungan publik dan karisma yang dimiliki Colón menjadikan dirinya sosok petinju yang selalu dikenang oleh para penggemarnya.

"Dia adalah pertunjukan sejati," lanjut Andre Diaz, Sahabat Prichard Colón.

Insiden tragis tersebut memaksa Colón pensiun dini dan menjalani perawatan intensif dengan bantuan keluarga, termasuk sang ibu, Nieves Meléndez, serta pendampingan kekasihnya, Dania, yang sempat mendampinginya selama masa pemulihan. Sang ayah juga sempat mengomentari insiden pelanggaran saat laga fatal tersebut.

"Ketika saya melihat Prichard melakukan pukulan rendah, saya katakan dia mungkin melakukannya karena dia frustrasi..." kata Richard Colón, Ayah Prichard Colón.

Dewan Tinju Dunia (WBC) menyampaikan duka mendalam dan menetapkan Colón sebagai 'Juara Dunia Kehormatan' berkat keberaniannya. Insiden yang menimpa Colón mendorong WBC memperketat regulasi keselamatan petinju, memperketat protokol medis, serta menerapkan toleransi nol terhadap pukulan ke bagian belakang kepala.

"Dengan hati yang berat dan kesedihan mendalam yang menyelimuti seluruh komunitas tinju internasional, Dewan Tinju Dunia dan Presidennya, Mauricio Sulaimán, berduka atas berpulangnya mantan petinju dan ikon keberanian, Prichard Colón Meléndez," tulis World Boxing Council, Organisasi Tinju Dunia.

Organisasi tersebut menilai Colón telah memberikan dedikasi serta kebanggaan luar biasa bagi negaranya di panggung internasional.

"Prichard tidak hanya bertarung dengan keterampilan; dia bertarung dengan keanggunan dan kebanggaan membawa bendera Puerto Riko ke puncak tertinggi," tambah World Boxing Council, Organisasi Tinju Dunia.

WBC menutup pernyataan belasungkawanya dengan menegaskan bahwa warisan dan semangat perjuangan sang petinju akan terus dikenang.

"Istirahatlah dalam damai, Prichard tersayang. Warisanmu dan senyummu akan hidup selamanya, di hati kami," tutup World Boxing Council, Organisasi Tinju Dunia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed